Sosial

Cerita Mantan GAM Deli yang Kini Hidupnya Tidak Diperhatikan

ACEHTERKINI.COM | Mantan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Deli, Sumatera Utara mengeluh. Pasalnya selama Aceh dipimpin oleh petinggi GAM, mereka tidak pernah diperhatikan. Keluhan ini disampaikan Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah 05 Deli Sumatera Utara, Jamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/8/2016).

Cerita Mantan GAM Deli yang Kini Hidupnya Tidak Diperhatikan
Jamaluddin alias Agam Nibong

Cerita dia, keberadaan GAM Deli merupakan barisan terdepan GAM di wilayah Sumatera Utara hingga Lampung saat konflik melanda Aceh. “Kiprah GAM Deli untuk mendukung perjuangan Aceh tidak bisa terbantahkan,” kata Jamaluddin alias Agam Nibong.

Saat ini para mantan anggota GAM Deli sudah disahkan keberadaannya sebagai anggota KPA Deli berdasarkan surat rekomendasi KPA Pusat.

“Tapi hingga detik ini keberadaan kami layaknya seperti anak ayam yang kehilangan induknya bahkan seperti anak tiri. Jangankan dikasih air mineral atau kebutuhan lain, ditanyakan tentang kondisi anggota pun tidak pernah. Ini sungguh menyedihkan,” kata Jamalauddin.

Masih cerita dia, kondisi ini sudah dirasakannya hampir 10 tahun usia perdamaian. “Bagaimana kami bisa percaya lagi, para mantan petinggi GAM yang saat ini memiliki kekuasaan baik sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, walikota dan anggota dewan baik DPRK dan DPRA, masih memperjuangkan nasib rakyat? Padahal kenyataannya jauh ikan dari panggang,” cetusnya.

Cerita Mantan GAM Deli yang Kini Hidupnya Tidak Diperhatikan

Agam juga mengingatkan bahwasanya para mantan kombatan, anak-anak yatim para syuhada, janda-janda korban konflik dan kaum dhuafa juga membutuhkan perhatian. Bukan hanya untuk makan tapi untuk kesehatannya, pendidikannya, masa depannya juga jaminan hidup yang layak dari pemerintah Aceh.

“Tolong perhatikan keadilan untuk kami, jangan buat anak-anak yatim menangis dan berurai air mata,” harap Jamaluddin.

Perjanjian Damai Aceh sebagaimana MoU Helsinki, ternyata tidak cukup ampuh untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Aceh khususnya bagi para mantan kombatan GAM. Padahal perjuangan GAM saat itu adalah untuk menuntut keadilan kepada Pemerintah Indonesia.

Saat ini banyak para mantan kombatan, anak-anak yatim para syuhada, janda-janda korban konflik dan kaum dhuafa yang telah mengorbankan segalanya untuk perjuangan Aceh tidak dihargai sama sekali. [Ril]

To Top