Ekonomi

BNI Syariah Berhasil Pertahankan Predikat Kinerja Sangat Bagus

ACEHTERKINI.COM | BNI Syariah berhasil meraih dua penghargaan yaitu bank yang memiliki aset Rp 10 triliun lebih dan bank perbankan syariah yang terbesar di Indonesia. Penghargaan ini diberikan pada malam penganugerahan 21th Infobank Awards 2016 di Hotel Grand Ambarukmo, Yogyakarta.

Event yang digagas Majalah Infobank ini sebagai bentuk apresiasi kepada lebih dari 100 institusi perbankan di Indonesia. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/8/2016), Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan penilaian itu didasari pada berbagai aspek diantaranya aset, permodalan (Capital Adequacy Ratio, Modal inti), kualitas aset (Net Performing Loan, Pertumbuhan pembiayaan), rentabilitas (Return of asset, Return of equity), Likuiditas (Dana Pihak Ketiga, Loan to deposit ratio) dan effisiensi (Biaya operasional).

BNI Syariah Berhasil Pertahankan Predikat Kinerja Sangat Bagus
Imam Teguh Saptono Menerima Penghargaan Infobank Awards 2016 [Ist]

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang telah memberikan kepercayaan kepada BNI Syariah sehingga kami bisa mempertahankan prestasi ini. Kedepan, kami terus berupaya meningkatkan inovasi produk kreatif untuk mendorong daya beli masyarakat dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan meningkatkan effisiensi di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil”, papar Imam.

Saat ini BNI Syariah sebagai anak perusahaan BNI induk terus bersinergi melalui BNI Financial Services dengan sistem layanan dan teknologi yang terintegrasi dengan BNI.

BNI Syariah berharap kedepan dapat menjadi Hasanah Lifestyle Bank, dimana Bank Syariah bukan lagi dikhususkan untuk umat muslim, melainkan menjadi bank yang dapat memfasilitasi aktivitas finansial bagi nasabah personal maupun korporasi/institusi.

Kinerja Bisnis BNI Syariah Triwulan 2- 2016

BNI Syariah melewati semester pertama di tahun 2016 dengan cukup baik, tercatat profitabilitas semester pertama 2016 tercapai sebesar Rp 145,65 Miliar atau naik sebesar 45,73 persen dibanding tahun sebelumnya Juni 2015 sebesar Rp 99,94 Miliar.

Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya dan di sisi lain, hal ini dikontribusikan oleh rasio dana murah yang lebih baik serta efisiensi operasional yang juga terus membaik.

Dari sisi neraca BNI Syariah juga mengalami peningkatan asset dari posisi Juni 2015 sebesar Rp 20,85 Triliun menjadi Rp 25,68 Triliun yang didukung oleh Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan YoY pada pembiayaan sebesar 13,36% dan DPK sebesar 26,05% terhadap Juni tahun 2015.

Pembiayaan pada Juni 2015 sebesar Rp 16,74 Triliun berhasil tumbuh menjadi Rp 18,98 Triliun pada Juni tahun 2016 dengan strategi kontrol kualitas pembiayaan sehingga NPF terjaga pada posisi 2.8 persen dibawah rata-rata industri.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga yang pada Juni tahun lalu sebesar Rp 17,32 Triliun meningkat menjadi Rp 21,83 Triliun pada Juni 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,12 persen.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 18,98 Triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 52,96 persen, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,78 persen, pembiayaan komersial sebesar 16,38 persen, pembiayaan mikro sebesar 5,77 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 2,11 persen. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 86.02 persen. [Ate]

To Top