Sosial

11 Tahun Damai Aceh. Gubernur : Kemiskinan Masih Tinggi

ACEHTERKINI.COM | Perdamaian Aceh sudah berlangsung selama 11 tahun. Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan kemiskinan di Aceh masih relatif lebih tinggi. Menurut Gubernur, setelah terlepas dari kungkungan konflik berkepanjangan, yang ditandai dengan Kesepakan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, di Helsinki Finlandia, Aceh telah mampu keluar dari keterpurukan dan mampu bangkit perlahan menuju kesejahteraan.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk merawat perdamaian ini dengan sebaik-baiknya. Saya yakin, tidak ada seorangpun yang menginginkan konflik teulang lagi di Aceh,” kata Zaini Abdullah saat menghadiri peringatan 11 tahun damai Aceh di Taman Sulthanah Safiatuddin, Senin (15/8/2016).

11 Tahun Damai Aceh. Gubernur : Kemiskinan Masih Tinggi

Meskipun telah banyak keberhasilan yang dicapai, namun Gubernur mengakui masih ada persoalan yang harus dituntaskan, di antaranya soal kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan.

“Kita akui tingkat kemiskinan di Aceh masih relatif tinggi. Untuk permasalahan ini, kami telah menandatangani Peraturan Gubernur Aceh tentang Arah Kebijakan dan kelembagaan Penanggulangan Kemiskinan Aceh, sebagai kebijakan Aceh dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, dan kesenjangan,” ungkap Gubernur.

Selain itu, saat ini Pemerintah Aceh juga terus berupaya untuk mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan secara terpadu yang dimulai dari gampong. Saat ini Pemerintah telah memberikan alokasi dana secara khusus melalui dana desa untuk 6.474 gampong yang tersebar diseluruh Aceh.

Untuk diketahui bersama, tahun 2015 Aceh mendapat dana desa terbesar ketiga di Indonesia, yaitu sebesar Rp1,7 triliun. Dengan anggaran tersebut, tahun lalu setiap gampong di Aceh dapat mengelola anggaran sekitar Rp240 juta hingga Rp650 juta. Sedangkan di tahun 2016 ini, dana tersebut menjadi Rp3,8 triliun, sehingga setiap gampong bisa mengelola anggaran hingga Rp 851 juta. [Red]

To Top