Ekonomi

Nelayan Tradisional Abdya Panen Udang Sabu

ACEHTERKINI.COM | Dalam sepekan terakhir, perairan Pesisir wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memasuki musim udang sabu (Udang Rebon). Hal ini membawa berkah bagi nelayan tradisional, yang sehari-hari mengandalkan mata pencaharian dengan mencari udang Sabu di perairan dangkal pantai laut Abdya.

Dari pantauan wartawan, Senin (11/7/2016) hampir setiap hari para nelayan sibuk mencari udang sabu. Mereka menyebar mulai dari perairan lhok pawoh, Kecamatan Manggeng hingga ke Rubek, Kecamatan Susoh. Pada musim baratan, udang kecil yang biasa digunakan sebagai bahan baku utama terasi mendominasi hasil tangkapan.

Nelayan Tradisional Abdya Panen Udang Sabu
Nelayan Tradisonal di Desa Rubek, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya mendaratkan udang sabu dari pukat, Senin (11/7)

’’Alhamdulillah, sekarang baru musim udang sabu. Sebagai nelayan kecil, kami bisa memperoleh keuntungan lumayan,’’ kata Rahman seorang Nelayan di Desa Rubek, Kecamatan Susoh.

Sebab, harga lumayan tinggi. Kalau dijual kepada pengepul atau industri terasi perumahan, harga udang sabu kering mencapai Rp 30 ribu-Rp 50 ribu perkilogram, tergantung kwalitasnya. Khusus udang sabu basah, satu keranjang dengan bobot kurang lebih 20 kilogram, sekitar Rp 200 ribu.

Sejauh ini, proses pengeringan mengandalkan panas matahari. Udang Sabu hasil tangakapan dari nelayan, oleh para pedagang dijemur di tempat terbuka yang langsung kena panas matahari. Bahkan pada umumnya dikeringkan di halaman rumah. Ada juga yang menjemur udang rebon di pinggir jalan desa.

Udang Sabu, memang banyak diburu produsen termasuk warga dari sejumlah daerah, karena kualitasnya bagus. Maka wajar jika pesanan dari perajin terasi terus berdatangan, terkadang dari Medan, Sumatra Utara, sehingga nelayan dibuat kewalahan untuk menyediakan udang sabu.

M Yakop, salah satu pembeli yang lansung terjun ke lokasi pantai Rubek, Kecamatan Setia mengaku mendapatkan udang sabu yang relatif murah. Karena lansung mendatangi pukat darat khusus untuk menangkap udang sabu.

“Untuk mendapatkan udang sabu lebih banyak, mendingan mendatangi lansung pukat darat di pinggir pantai, dari pada harus membeli di pasar, disamping sedikit harganya juga mahal,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top