Layanan Publik

Lanjutan Pembangunan Pasar Manggeng Menelan Dana Rp 1,2 Miliar

ACEHTERKINI.COM | Pembangunan Pasar Tradisional di Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali dilanjutkan tahap kedua dengan besar anggaran mencapai Rp.1,2 miliar sumber dana otonomi khusus (Otsus) tahun 2016.

Pengerjaan lantai dua pasar tradisional itu, dikerjakan oleh CV Manyang Indah Permai, dengan nomor kontrak 602/01/KONTRAK/DPPKU/2016, tanggal 20 Mei 2016, Pekerjaan Pembangunan Pasar Bandes Keude Manggeng Tahap II sumber dana Otsus Tahun 2016.

“Pembangunan pasar itu merupakan lanjutan dari pembangunan awal sekitar tahun 2014 lalu, saat ini yang dibangun lantai dua pasar tersebut, dengan volume pekerjaan per 25 Juli 2016 sekitar 10,16 persen,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Abdya Drs Sulaiman MM didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sri Priyanningsih ST, Kamis (28/7/2016).

Lanjutan Pembangunan Pasar Manggeng Menelan Dana Rp 1,2 Miliar
Ilustrasi

Sulaiman menjelaskan, bangunan lantai dua pasar itu nanti akan ditempati oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang sering berjualan dipagi hari atau disebut dengan istilah pasar pagi di depan bangunan bekas SMP lama Manggeng.

Pihaknya menilai, lokasi pasar pagi yang ditempati PKL tersebut sangat tidak efektif, karena persis dipinggir jalan, sehingga mengganggu aktifitas transfortasi. “Maka dari itu, kita akan mengalihkan pasar pagi itu nanti ke lantai dua bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan,” tutur Sulaiman.

Dijelaskan Sulaiman, pihak rekanan mempunyai waktu satu bulan enam belas hari lagi untuk menyelesaikan bangunan itu, sesuai dengan waktu dalam Kontrak yakni selama 120 hari dari tanggal 20 Mei sampai dengan 16 September 2016.

“Kita berharap bangunan pasar itu bisa dikerjakan dengan maksimal, sehingga pedagang akan merasa nyaman untuk menempatinya. Kita tidak menginginkan pada saat bangunan itu selesai, justru timbul masalah baru,” ujarnya.

Terakhir Sulaiman, menyatakan, bahwa segala proses dilapangan nanti, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Camat dalam wilayah setempat. Dimana, pengelolaan dilapangan akan diserahkan kepada pihak kecamatan.

Kemudian, tambah Sulaiman, perlu diketahui, bahwa Disperindgkop dan UKM bukanlah operator pasar, yang mampu menentukan pasar itu berkembang atau tidak.

“Yang jelas, kita hanya masalah teknisnya saja, kalau untuk proses pasar itu berkembang atau tidak, tergantung pihak kecamatan masing-masing, karena bigitu bangunan itu selesai, kita sudah serahkan tanggu jawabnya kepada pihak kecamatan. Karena setiap pasar itu dibangun, sudah dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait,” demikian pungkasnya. (Rizal)

To Top