Kesehatan

Gunakan PT. Bio Farma, Abdya Aman dari Vaksin Palsu

ACEHTERKINI.COM | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghimbau masyarakat untuk tidak perlu kuatir dengan penggunaan vaksin terhadap anak. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan dilapangan, wilayah Abdya masih aman dari keberadaan vaksin palsu.

Hal itu dikatakan, Kepala Dinkes Abdya Anwar Daod, saat melakukan inspeksi (pemeriksaan) disejumlah tempat pelayanan kesehatan, Senin (25/7/2016), juga ikut serta KBO Reskrim Polres Abdya Ipda Mahdian Siregar dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Abdya Firmansyah dan sejumlah bidang lainnya di Dinkes setempat.

Gunakan PT. Bio Farma, Abdya Aman dari Vaksin Palsu
Kepala Dinkes Abdya Memeriksa Tempat Pelayanan Kesehatan Mencegah Peredaran Vaksin Palsu

Anwar memastikan kalau di Abdya masih aman dari keberadaan vaksin palsu, karena sumber vaksin di Abdya melalui Dinkes Provinsi Aceh, yang didatangkan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang diproduksi oleh PT Bio Farma, Jakarta.

“Kita mendatangkan vaksin ke Abdya melalui satu jalur sumber yang jelas, bukan dari tempat lain. Sumbernya hanya satu, yakni PT Bio Farma ke Kemenkes, terus Dinkes Provinsi baru ketempat kita,” ungkap Anwar.

Dikatakan Anwar, biasanya vaksin palsu itu beredar diwilayah kota-kota besar, yang memiliki rumah sakit swasta. Terkadang mereka mendapatkan vaksin dari tempat lain. “Kalaupun ada klinik swasta di Abdya, sumber vaksinnya juga dari kita,” terangnya.

Terakhir Anwar menjelaskan, inspeksi yang dilakukan pihaknya bersama dengan apartur hukum di Abdya tersebut, merupakan langkah tepat untuk menghindari kecurigaan dan persepsi masyarakat terhadap beredarnya vaksin palsu yang kerap menghantui pikiran masyarakat, teruma kalanngan ibu-ibu yang memiliki bayi.

“Dari hasil pemeriksaan, vaksin yang kita gunakan masih aman, bukan palsu,” demikian singkatnya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Mulyadi, mengatakan, vaksin yang didatangkan ke Abdya sesuai dengan permintaan dari Dinkes setempat. Ada sejumlah vaksin yang dimiliki Dinkes Abdya seperti, vaksin Hepatitis untuk bayi umur 0-7 hari, BCG untuk bayi 1 bulan, DPTHB HIB untuk bayi 2-4 bulan, Campak untuk bayi 9 bulan, Polio untuk bayi 1-4 bulan dan TT untuk wanita usia subur dan ibu hamil yang didatangkan 3 bulan sekali dari provinsi.

“Vaksin itu disimpan dalam suhu, 2-8 derjat calsius, terkecuali vaksin hepatitis boleh tidak disimpan dalam pendingin, asalkan tidak terkena sinar matahari lansung,” terangnya singkat.

Amatan dilapangan, pemeriksaan vaksin dimulai dari Gudang vaksin milik Dinkes Abdya, kemudian Puskesmas Alue Sungai Pinang, terakhir di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya. (RiZal)

To Top