Hukum

Diduga Jual Raskin, Warga Laporkan Oknum Sekdes ke Polisi

ACEHTERKINI.COM | Oknum Sekrateris Desa (Sekdes) Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan ke Polisi pada Selasa (19/7/2016) kemaren. Pasalnya ia diduga telah melakukan penjualan beras keluarga miskin (Raskin) warga setempat.

Pelaku berinisial IH (50), telah diamankan pihak polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang diterima wartawan Rabu(20/7/2016), oknum Sekdes itu melakukan penjualan Raskin dengan cara mengurangi jatah beras yang dibagikan kepada warga. Untuk Desa Pante Geulumpang jatah raskin sebanyak 182 sak yang akan dibagikan kepada 155 rumah warga.

Diduga Jual Raskin, Warga Laporkan Oknum Sekdes ke Polisi
Ilustrasi

Setiap rumah mendapat raskin sebanyak 1 sak ditambah 3 liter (1,5 bambu). Namun oknum Sekdes tersebut justru membagikan kepada masing-masing rumah sebanyak 1 sak plus 2 liter. Setengahnya digelapkan oleh yang bersangkutan.

Sebenarnya untuk 3 dusun yang ada di desa tersebut, yakni Dusun Permata, dengan jumlah penerima 51 unit rumah, beras yang harus disalurkan 60 sak. Dusun Mulia, 59 rumah, sebanyak 70 sak beras. Serta Dusun Sejahtera, 45 rumah, yang mesti disalurkan sebanyak 52 sak.

“Eh, ternyata pak Sekdes mengurangi jumlah penyaluran tanpa penjelasan. Jelas, kalau beliau itu menggelapkan untuk kepentingan pribadinya,”kata warga setempat yang menolak namanya disebutkan.

Dikatakan sumber itu, kelakuan oknum Sekdes itu diketahui Ketua Pemuda desa setempat, Suherman (35) yang kemudian lansung membuat laporan tulis tangan ke polisi di Kantor Polsek Tangan-Tangan. Dalam laporan itu, ketiga Kepala Dusun (Kadus) ikut menandatangani.

“Sepertinya, Sekdes berikut barang bukti berupa beras sebanyak 18 sak telah diamankan pihak polisi,”singkat warga yang berkali-kali meminta identitasnya untuk tidak ditulis.

Terkait hal itu, Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH, yang dimintai keterangannya terpisah oleh Wartawan, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa beras sebanyak 18 sak di Mapolsek Tangan-Tangan. “Kita bukan menahan pelaku, tapi mengamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,”terangnya.

Kasus tersebut sedang didalami oleh jajarannya. Siapa saja yang terlibat, tindakan apa yang diambil, apa saja barang bukti pendukung dan sebagainya, lanjut Kapolres Hairajadi sedang diupayakan agar masalah ini cepat selesai.

“Polisi sangat profesional, kita tidak bisa bertindak gegabah, tunggu saja perkembangan selanjutnya. Yang pasti kita berbuat sesuai aturan yang berlaku,”tutur Hairajadi singkat. (Rizal)

To Top