Layanan Publik

Termakan Usia, Jembatan Gantung di Abdya Terancam Putus

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah jembatan gantung di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam putus dan rusak, akibat termakan usia. Soalnya, ada jembatan gantung yang sudah berumur puluhan tahun, namun masih sering dilalui warga sebagai sarana penghubung antara dua desa.

Seperti jembatan gantung penghubung antara Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng dengan Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya. Jembatan dengan ketinggian 15 meter dari permukaan air itu mulai rusak dan keropos.

Malahan, papan lantai jembatan yang sudah berusia hampir 30 tahun, juga sudah banyak yang patah, sehingga warga setempat terpaksa manambal dengan kayu seadanya agar aman saat dilalui.

Termakan Usia, Jembatan Gantung di Abdya Terancam Putus
Jembatan Gantung di Desa Kedai Baro, Kecamatan Manggeng Abdya terancam putus

Kepala Desa Padang, Zawin, kepada wartawan, Kamis (16/6/2016) mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki jembatan gantung itu, karena pihak desa tidak ada kewenangan untuk memperbaikinya, termasuk dengan dana desa juga tidak bisa digunakan karena terbentur aturan. Sebab, jembatan itu merupakan milik instansi terkait di kabupaten.

“Kita hanya bisa berdo’a agar jembatan gantung tersebut tidak putus, karena tidak tau harus mengadu kemana lagi, kita hanya bisa mengharapkan sebuah keajaiban,” kata Zawin singkat.

Bukan hanya di Lhok Batee Intan saja. Kondisi paling parah juga dialami jembatan gantung penghubung pemukiman warga Desa Kedai Baroe Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya ke lokasi perkebunan. Pada Kamis pagi (16/6) mengalami putus yang diduga akibat termakan usia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin kepada wartawan mengatakan, putusnya jembatan itu akibat tali besi penyangganya sudah lama tidak diganti dan sudah berkarat, sehingga tidak mampu menahan beban berat.

“Tali besi yang putus pada bagian pinggir jembatan, sehingga proses perbaikan yang dilakukan bisa lebih mudah cepat,” ujarnya.

Pascamendapatkan informasi terkait putusnya jembatan dimaksud, BPBK Abdya, bersama dengan Dinas PU termasuk unsur Muspika langsung turun ke lokasi guna melihat kodisi di lapangan sekaligus melakukan penanggulangan secara darurat.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bagian (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya Afrida Surya, menerangkan, ada 11 jembatan gantung yang sudah pernah diusulkan perbaikan ke pihak Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan itu sudah diverifikasi semuanya, termasuk jebatan gantung di Dusun Lhok Batee Intan dan Jembatan gantung Ujong Krueng di Desa Keude Baru, Kecamatan Kuala Batee.

“Beberapa waktu lalu tim dari Dirjen yang membidangi masalah jembatan, sudah melakukan verfikasi ke Abdya. Mengenai kelanjutanny, jawaban yang kita terima dari mereka sehari yang lalu, bahwa untuk berbaikan jembatan tersebut sudah dibuat rekomendasinya, namun menunggu keputusan dari Menteri PU dan PR,” kata Afrida.

Meskipun saat ini masih dalam proses menunggu, lanjut Afrida, pihaknya juga akan turun lansung kelokasi untuk melihat secara lansung tingkat kerusakan jembatan gantung tersebut.

“Jika belum ada keputusan, kita akan coba usulkan perbaikan terhadap jembatan gantung yang rusak, paling tidak warga yang melintas akan aman dari bahaya,” tuturnya singkat. (Rizal)

To Top