Sosial

Semaraknya Kegiatan Ramadhan di Masjid Jamik Unsyiah

ACEHTERKINI.COM | Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Jami’ Kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar aneka kegiatan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Aneka kegiatan itu berlangsung sejak menjelang masuknya bulan Ramadhan dan ditutup hingga Idul Fitri.

Ketua BKM Jami’ Kampus Unsyiah, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, Jum’at (10/6/2016) mengatakan, rangkaian acara ini diawali dengan tarhib Ramadhan berupa tabligh akbar, gotong-royong, dan pawai Ramadhan. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika Unsyiah. Lalu ada program menghafal Al-Qur’an yang berbentuk daurah setiap harinya yang terbuka untuk umum.

“Saat ini, sebanyak 152 orang sedang menjalani program tahfiz yang terbuka untuk umum. Peserta yang menginap sebanyak 112 orang dan yang tidak menginap sebanyak 40 orang. Keterbatasan daya tampung atau kamar di mesjid membuat pihak BKM terpaksa membatasi peserta untuk dikarantina. Program ini rencananya akan selesai pada 3 Juli nanti. Selama 3 hari pertama semua peserta sudah menyelesaikan tahap tilawah 30 juz. Mulai hari ini dilanjutkan dengan tahsin atau tahfiz sesuai dengan hasil tesnya,” katanya.

Semaraknya Kegiatan Ramadhan di Masjid Jamik Unsyiah

Imam Besar Mesjid Jami’ Unsyiah itu menjelaskan, BKM juga menggelar pesantren kilat yang diperuntukkan bagi anak-anak TK/SD sederajat. Kemudian ada peringatan Nuzulul Qur’an pada hari ke-17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 23 Juni 2016. Aneka kegiatan ini diselingi dengan Ramadhan Fair yang di dalamnya terdapat bazar sembako, produk Islami, dan kuliner pada 29 Juni – 1 Juli 2016 di halaman mesjid.

Guru Besar Fakultas MIPA Unsyiah tersebut menambahkan, sedekah dan infaq disisihkan untuk membeli makanan berbuka puasa dan sahur bagi peserta kegiatan dan jamaah mesjid lainnya. Setiap harinya pihak BKM menyediakan 300 paket buka puasa dan 150 paket sahur. Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sukses terlaksana pada tahun sebelumnya.

“Pihak BKM juga menggelar kultum menjelang berbuka puasa, kajian subuh seputar masalah keislaman, tarawih beserta kultum, kajian dhuha bersama para akademisi dan praktisi, tadarrus bersama usai shalat tarawih, kajian fiqih wanita seminggu sekali, shalat tahajjud berjamaah setiap malam, dan ditutup dengan shalat Idul Fitri,” sebutnya.

Menurutnya, rangkaian acara ini bertujuan untuk menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dan menjalin kebersamaan. Selama 1 bulan penuh semua peserta ikut beri’tikaf sambil menghafal dan memperbagus bacaan Al-Qur’an.

Dengan acara ini kita ingin mahasiswa agar tidak pulang kampung mengingat masa libur yang panjang selama 3 bulan. Jadi, kami ingin mahasiswa mengisi liburannya dengan kegiatan positif seperti mengikuti kegiatan di mesjid, setidaknya pada bulan suci Ramadhan. Jadi, momentum bulan puasa sebaiknya dimanfaatkan untuk beribadah bersama-sama sekaligus ikut memakmurkan mesjid kampus,” paparnya. [red]

To Top