Ekonomi

Pasca Lebaran, Petani di Abdya Mulai Tanam Serentak

ACEHTERKINI.COM | Pasca Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijjriah, para Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai turun kesawah. Dimana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) bersama dengan petani, Kamis (2/6/2016) telah menetapkan jadwal tanam padi serentak Musim Tanam Gadu II (MT Gadu II) tahun 2016 pada bulan Agustus mendatang.

Kepala Distannak Abdya, Maswadi kepada wartawan menyebutkan, berdasarkan hasil musyawarah dengan para petani, jadwal penanaman padi secara serentak diseluruh areal persawahan dalam wilayah Kabupaten Abdya, dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang nanti.

Pasca Lebaran, Petani di Abdya Mulai Tanam Serentak

Sedangkan untuk proses penggarapan lahan seperti pembersihan tali air, olah tanah dan penyemaian benih mulai hari ini hingga bulan Juli mendatang.

“Dalam musyawarah itu, penetapan jadwal seluruh proses penanaman padi telah disepakati. Bahkan hingga perkiraan jadwal panen juga telah ada. Setelah musyawarah ini selesai, petani dapat langsung melakukan proses penggarapan lahan, sehingga target tanam serentak dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dalam mendukung kelancaran program tanam serentak MT Gadu II ini, pihaknya telah menyiapkan penunjang kelancaran agar program itu sukses. Diantaranya, penyiapan benih unggulan dari sejumlah varietas sebanyak 180 ton lebih yang bersumber dari APBN, APBA dan APBK.

Selain benih, alat mesin pertanian (Alsintan) sebanyak ratusan unit yang terdiri dari traktor, pompa air, mesin perontok padi lainnya juga telah disiapkan.

Sedangkan pendukung kesuburan tanaman, pihaknya telah menyiapkan 1.934 ton pupuk urea, SP-36 398 ton, ZA 554 ton, NPK 2.276 ton dan pupuk organik sebanyak 1.300 ton.

“Dengan areal pesawahan Abdya yang mencapai 11.178 ha, kami yakin semua penunjang keberlangsungan program tanam serentak itu sangat dibutuhkan oleh petani serta dapat membantu petani menyukseskan progam ini,” paparnya.

Maswadi meminta kepada para petani agar dapat memanfaatkan lahan dengan semaksimal mungkin dalam upaya khusus padi, jagung dan kedele (Upsus Pajale). Selain itu para petani juga harus memperhatikan umur benih di tempat persemaian.

Jangan sampai umur benih melebihi 15-18 hari, sebab pada masa itu kondisi benih akan lebih baik dan mampu menghasilkan anakan yang lebih banyak. (Rizal)

To Top