Politik

Anggota Dewan Diminta Untuk Menerima Hasil Voting

ACEHTERKINI.COM | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Mulyadi, menghimbau kepada semua anggota dewan untuk legowo menerima keputusan hasil Voting secara tertutup terkait hak interplasi yang diajukan oleh sejumlah anggota Dewan terhadap Bupati Aceh Singkil.

Menurutnya, meskipun di dalam persidangan sempat terjadi perbedaan pendapat atau pandangan, akan tetapi ketika hal tersebut diambil menjadi satu  keputusan, maka semua pihak berkewajiban untuk menghormati keputusan yang telah diambil.

“Selaku pimpinan kami berharap kepada seluruh  anggota dewan untuk menerima dengan ikhlas apapun keputusan yang telah diambil dalam sidang paripurna ini, dikarenakan  keputusan yang diambil itu merupakan keputusan bersama,” sebut politisi Partai Golongan Karya ini ketika ditemui diruang kerjanya usai dilaksanakannya sidang paripurna pengajuan Hak Interplasi dewan Senin (20/06/2016).

Anggota Dewan Diminta Untuk Menerima Hasil Voting
Ketua DPRK Aceh Singkil, Mulyadi

Ia menyebutkan sidang yang telah dilaksanakan tersebut merupakan sidang terbuka untuk umum dengan agenda pengajuan hak interpelasi dewan terhadap Bupati Aceh Singkil.

Menurutnya, pengajuan hak interplasi oleh sejumlah anggota dewan tersebut dikarenakan mereka beranggapan jika Bupati Aceh Singkil sampai saat ini belum kunjung menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2015.

Mulyadi juga menerangkan setelah dilakukan voting secara tertutup terkait pengajuan hak interplasi dimaksud, maka 22 dari 25 anggota DPRK Aceh Singkil yang berhadir diperoleh, hanya 6 suara yang memilih setuju agar hak interplasi itu dilanjutkan.

Sedangkan yang memilih untuk tidak setuju terhadap pengajuan hak interplasi lebih banyak yakni 14 suara, dan yang abstain didapati 2 suara.

“Karena suara yang tidak setuju lebih banyak maka dengan sendirinya hak interplasi tersebut tidak dapat dilanjutkan atau dibatalkan,” demikian Mulyadi.

Pimpinan DPRK Aceh Singkil, Yuli Hardin kepada wartawan mengatakan dilakukan voting karena setelah dilakukan upaya mufakat menemukan jalan buntu, bahkan dari beberapa anggota DPRK Aceh Singkil saling tarik menarik ada yang mengatakan setuju ada yang menyatakan keberatan.

Oleh sebab itu, pimpinan dan dengan mendapat persetujuan dari anggota sidang, akhirnya memutuskan untuk diajukan Voting secara tertutup.

“Voting tertutup ini diikuti oleh 22 anggota Dewan, 3 diantaranya diikuti pimpinan dan 19 orang anggota sedangkan 3 orang lagi kebetulan tidak berhadir dalam sidang paripurna,” ungkap Yulihardin.

Politisi Partai Amanat Nasional Kabupaten Aceh Singkil ini menyebutkan dikarenakan dalam voting secara tertutup yang memilih ‘tidak setuju’ lebih banyak dari yang memilih ‘setuju’, maka dengan sendirinya hak interpelasi dewan terhadap Bupati tidak dapat dilanjutkan atau dibatalkan.(Jamaluddin)

To Top