Layanan Publik

Waduh, Ada Gedung SD Di Abdya Bakal Menjadi Bangunan Tua

ACEHTERKINI.COM | Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Ladang Tuha, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak ditutup pada bulan Maret 2015 lalu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terancam jadi bangunan tua.

Pasalnya, gedung SD tersebut hingga saat ini belum difungsikan dan terkesan terlantar begitu saja. Dari amatan dilapangan, Rabu (4/5/2016). Gedung yang dibangun secara permanen pasca musibah kebakaran beberapa tahun lalu, kini mulai terlihat tanda-tanda kerusakan karena tidak terawat. Selain itu rumput-rumput liar juga mulai menutupi halaman depan dan belakang sekolah.

Waduh, Ada Gedung SD Di Abdya Bakal Menjadi Bangunan Tua
SDN 1 Ladang Tuha, Aceh Barat Daya

Penutupan SD tersebut dilakukan Disdik Abdya berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar  dan Menengah. Dimana dalam satu ruangan kelas harus memiliki minimal 20 orang siswa, jika dibawah jumlah itu, berarti tidak mencukupi rombongan belajar (rombel).

Ketua Komisi Nasional-Pengawasan Aparatur Negara (Komnas-Waspan) Abdya, Irfan Faisal SH mengaku prihatin dengan kondisi gedung sekolah itu. Setelah dibangun dengan susah payah dan melalui proses yang panjang serta dengan menggelontor anggaran yang tidak sedikit, kini bangunan itu terancam rusak.

“Seharusnya, pasca penutupan yang dilakukan pihak Disdik Abdya, hendaknya bangunan itu jangan dibiarkan terlantar tanpa dimanfaatkan, ”ujarnya singkat.

Sementara itu, secara terpisah Sekretaris Disdik Abdya, Edwar Taufik yang dihubungi wartawan membenarkan kalau gedung sekolah itu tidak difungsikan lagi sejak tahun 2015 lalu. penutupan gedung itu dikarenakan jumlah siswa yang terdaftar di sekolah itu tidak mencukupi rombel, dimana keseluruhan jumlah siswa hanya 41 orang.

Kalau dibiarkan terus-menerus dengan kondisi siswa yang semakin sedikit, dikhawatirkan akan menambah persoalan dunia pendidikan dan daya saing sekolah juga semakin merosot, sehingga para guru dan siswa menjadi korban.

Mengenai pengelolaan gedung itu, kata Taufik, pihaknya telah melimpahkan kepada pihak desa setempat, agar dimanfaatkan sebagai gedung pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebab di desa setempat belum memiliki PAUD, sehingga pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk membangun gedung PAUD di desa tersebut.

“Kami telah memanggil perangkat Desa Ladang Tuha 1 guna pemanfaatan gedung itu. Jadi gedung itu sepenuhnya dikelola olah pihak desa untuk PAUD. Selain itu pemerintah telah mewajibkan agar di setiap desa harus memiliki PAUD,” demikian terangnya.(Rizal)

To Top