Sosial

PWI Abdya Beri Pengetahuan Jurnalistik Ke Siswa Pramuka

ACEHTERKINI.COM | Pengurus Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan materi pengetahuan dasar tentang dunia jurnalistik kepada siswa Pramuka Raimuna Cabang Abdya tahun 2016 di Bumi Perkemahan, Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, kabupaten setempat, Sabtu (28/5/2016) sore.

Materi tentang jurnalistik tersebut disampaikan oleh Sekretaris Balai PWI Abdya, Syafrizal ZA SH kepada sejumlah peserta siswa Pramuka tingkat SMA sederajat dilokasi bumi perkemahan itu.

Mengawali penyampaian materi, Syafrizal menerangkan tentang bagaimana menjaga etika dan adab apabila menjadi seorang wartawan, karena adab merupakan modal utama untuk menjadi seorang wartawan yang profesional.

PWI Abdya Beri Pengetahuan Jurnalistik Ke Siswa Pramuka
PWI Abdya sedang memberikan pemahaman jurnalistik kepada siswa pramuka

“Menjadi seorang wartawan, tidak hanya sekedar bisa menulis berita, akan tetapi juga harus punya etika dan adab, dan kita dituntut untuk itu,” ungkapnya.

Disamping itu, Syafrizal juga menerangkan tentang dasar-dasar dan ruang lingkup jurnalistik, terutama mengenai cara menulis berita, yang mempedomani pada rumus dasar 5W+1H dan ABC.

Disamping cara menulis berita, Syafrizal juga memberitahukan kepada siswa itu tentang undang-undang jurnalistik dan kode etik jurnalistik (KEJ). Dimana, menjadi seorang wartawan harus taat aturan yang berlaku, terutama menjaga KEJ.

“Setiap penulisan berita, wartawan harus menjaga kode etik, sebab, wartawan itu tidak kebal hukum. Jadi, dalam menulis berita wartawan tidak boleh mencampur adukkan unsur sakit hati, dendam dan ambisi, karena itu tidak dibenarkan,” sebutnya.

Kemudian dalam menjalankan tugas dilapangan, wartawan juga dibekali dengan kartu identitas (id card) dari perusaan medianya masing-masing, karena itu merupakan syarat seorang wartawan itu bisa diakui, agar tidak dikatakan sebagai wartawan gadungan.

“Terkadang banyak yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, nyatanya dia belum terdaftar dan tidak memiliki id card khusus dari perusaan media tersebut, malahan oknum tersebut juga suka melakukan pemerasan, sehingga nama wartawan yang rusak,” tutur Syafrizal menyambung kembali sejumlah materi tentang pengenalan dunia jurnalistik dimaksud.

“Intinya, semua kita bisa memberikan informasi, namun cara dan bentuknya saja yang berbeda, tergantung bagaimana informasi itu dikemas dengan baik,” demikian sambung Syafrizal didepan para siswa Pramuka yang akan menggelar acaranya selama enam hari berturut-turut dari tanggal 25-30 Mei 2016. (Rizal)

To Top