Hukum

Polisi Bidik Dugaan Masalah Pembangunan Rumah di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Pembangunan 35 unit rumah sehat sederhana (RSS) di Dusun Seumancang, Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diduga memiliki banyak masalah, kini mulai dibidik pihak Sat Reskrim Polres setempat.

Polisi menduga bangunan rumah tersebut dikerjakan tanpa melakukan pematangan lahan yang mengakibatkan kondisi rumah bantuan untuk warga miskin di Abdya itu, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sementara 35 unit rumah dimaksud sama sekali belum ditempati.

Polisi Bidik Dugaan Masalah Pembangunan Rumah di Abdya
Pembangunan Rumah Sangat Sederhana di Abdya

Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Reskrim, AKP Misyanto kepada wartawan, Selasa (10/5/2016) membenarkan kalau pihaknya mulai melakukan tahap pengumpulan data terkait adanya dugaan bermacam masalah pada pembangunan rumah dimaksud.

“Kami telah memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) guna meminta keterangan lebih lanjut terkait dugaan masalah dalam pembangunan puluhan rumah itu,”terang Misyanto.

Polisi Bidik Dugaan Masalah Pembangunan Rumah di Abdya
AKP Misyanto

Menurutnya, realisasi pembangunan 35 unit RSS itu tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Seharusnya rumah tersebut dibangun pada lahan yang keras bukan lembek, tapi kenyataanya justru berada di lahan basah jenis rawa. Bahkan besi yang digunakan dalam proses pembangunan juga tidak sesuai dengan perencanaan.

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak rekanan, mulai dari awal hingga akhir pembangunan.

“Kami telah melihat kondisi fisik rumah itu secara umum, telah banyak menunjukan kerusakan seperti toilet, plafon dan lainnya. Besi yang digunakan pun tidak sesuai, seharusnya menggunakan besi 8 sampai 12, tapi rekanan hanya menggunakan besi 8 saja, sehingga kekuatan bangunan tidak optimal,” tuturnya.

Sementara itu PPK pembangunan 35 unit RSS, Afrida Surya yang dihubungi wartawan mengakui kalau dirinya telah memenuhi panggilan Kepolisian guna memberikan keterangan terkait pembangunan rumah dimaksud.

Dikatakan Afrida, 35 unit rumah saat ini masih dalam tahap pemeliharaan, dimana setiap kerusakan yang ada telah dilakukan perbaikan oleh pihak rekanan. Disebutkan, dalam kontrak rumah itu memang tidak disediakan anggaran untuk pematangan lahan, namun penimbunan lokasi bangunan dibantu oleh pihak rekanan.

“Memang tidak ada anggaran untuk pematangan lahan, karena tidak tertera dalam kontrak kerja,”sebutnya.

Data yang diperoleh wartawan, proyek pembangunan rumah itu dikerjakan PT Adek Abang Thahara, dibiayai dari anggaran Otsus Kabupaten Abdya tahun 2015 senilai Rp 2.9 miliar lebih, dimana dalam satu unit rumah dibiayai senilai Rp 85 juta. (Rizal)

To Top