Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Turun pada Triwulan I 2016

ACEHTERKINI.COM | Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Hermanto Rabu (4/5/2016) mengatakan,  Perekenomian Aceh menurun pada triwulan I tahun 2016 sebesar 0,99 persen dengan Migas dan 2,10 persen tanpa Migas terhadap triwulan IV tahun 2015.

Penurunan tersebut terjadi pada delapan lapangan usaha. Lapangan usaha konstruksi mengalami penurunan paling besar sebesar 10,97 persen yang disusul oleh administrasi pemerintahan sebesar 3,33 persen. Penurunan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor musiman.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Aceh di awal triwulan Tahun 2016, ekspor luar negeri Aceh masih menurun sebesar 18,39 persen yang disebabkan oleh kekosongan ekspor, sedangkan ekspor non migas secara nominal justru mengalami peningkatan.

Pertumbuhan Ekonomi Aceh Turun pada Triwulan I 2016
Hermanto, Kepala BPS Aceh

Lain halnya dengan komponen impor luar negeri Aceh, dimana pada triwulan I-2016 kebutuhan akan barang dan jasa dari luar negeri menurun sebesar 59,89 persen. Namun demikian, peranan ekspor dan impor luar negeri Aceh masih sangat minim dalam PDRB, dimana kedua komponen tersebut masing-masing hanya berkontribusi sebesar 1,52 persen dan 1,69 persen.

Lebih dari separuhnya perekonomian di Aceh masih didominasi oleh nilai Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT), dimana komponen tersebut berkontribusi sebesar 63,40 persen terhadap PDRB dan mampu tumbuh sebesar 3,94 persen pada triwulan I-2016.

Peningkatan konsumsi rumah tangga yang signifikan terjadi pada subkomponen perabotan, peralatan rumah tangga, transportasi dan komunikasi yang masing-masing tumbuh diatas 6 persen.

Jika dilihat secara regional Sumatera, pertumbuhan ekonomi  Aceh diurutan nomor enam. Lampung menjadi Provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat sebesar 6,51 persen, disusul Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. Kemudian Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Riau. [Red]

To Top