Peristiwa

Kebun Warga Rusak diserang Kawanan Monyet

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah areal perkebunan milik warga di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali diserang oleh sejumlah kawanan monyet liar. Dimana, puluhan hektar kebun kelapa, coklat, mangga, kacang tanah, kacang panjang, pisang, bahkan tanaman padi juga diganggu.

Tak hanya di Ujung Tanah saja, aksi monyet liar itu juga merusak sejumlah lahan perkebunan warga di Desa Mesjid dan Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan. Parahnya, sejumlah kawanan monyet tersebut tidak takut sama sekali meskipun warga mengusirnya.

“Kalau ditembak menggunakan senapan angin, tidak terasa sama sekali, malahan dia hanya kabur sebentar lalu kembali lagi,” kata Juli warga Tangan-Tangan, Selasa (10/5/2016).

Sementara itu, Sariani (34) warga Desa Drien Jalo yang memiliki kebun di Desa Mesjid hanya bisa pasrah saat kawanan monyet itu menyerang tanaman pisang miliknya, meskipun ia bersama warga lainnya sudah berupaya untuk mengusir monyet itu dengan peralatan seadanya, akan tetapi monyet tersebut justru tak mau menghindar justru diam sambil melihat kearah warga.

Kebun Warga Rusak diserang Kawanan Monyet
Ilustrasi

“Ketika kita mendekat pada monyet itu, justru ia balik mendekat kepada kita, seolah-olah satwa itu mau melompat kearah kita,” ungkapnya.

Melihat situasi itu, Sariani dan beberapa warga lainnya hanya bisa pasrah, meskipun kawanan monyet itu mengobrak-abrik tanaman mereka. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kalau bisa ada pihak yang berwenang untuk mengusir sejumlah kawanan monyet itu,” tambahnya.

Hal serupa juga dialami Bukhari, sekitar kurang lebih 8 bambu bibit kebun kacang kuning miliknya hanya tinggal ranting kering batang kacang kuning. Dimana, kacang kuning siap panen miliknya diserang hanya dalam waktu satu malam saja oleh kawanan monyet.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Abdya Sukiman SP, yang dihubungi terpisah oleh wartawan mengatakan, untuk menaggulangi gangguan monyet-monyet dimaksud, pihaknya tidak ada wewenang.

Karena lanjutnya, satwa itu dilindungi dunia. Saat ini, pihaknya sedang menunggu petunjuk dan koordinasi dari badan berwenang, dalam hal ini BKSDA Banda Aceh. “Kami tidak mau masuk penjara hanya gara-gara membasmi binatang itu, kita tunggu bagaimana sikap BKSDA saja,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan melalui staffnya mengatakan belum menerima laporan gangguan kejadian tersebut. “Kalau ada laporan kita akan turunkan tim ke Aceh Barat Daya,” ujar staff tersebut singkat. (red/Rizal)

To Top