Layanan Publik

Gubernur Aceh: Camat harus Netral

ACEHTERKINI.COM | Menghadapi tahun politik, para Camat diharapkan bersikap netral dan mampu hadir sebagai pihak yang menenangkan jika timbul gesekan antar masyarakat pendukung masing-masing calon Gubernur.

Harapan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Camat se-Aceh tahun 2016 di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (25/5/2016).

“Ini adalah tahun politik. Saat ini, segala hal yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah sudah mulai hangat dibicarakan, saya berharap kehangatan itu jangan sampai memanas dan menjadi api. Oleh karena itu saya berharap para Camat dapat berperan dan meminimalisir setiap potensi gesekan yang terjadi ditengah masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Gubernur Aceh: Camat harus Netral

Sebagai aparatur pemerintah, Gubernur juga mengajak para camat untuk terus menjaga perdamaian dengan sebaik-baiknya karena situasi konflik akan membuat rakyat sangat menderita.

“Ingatlah, selain banyak korban jiwa, banyak pula pihak yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan perdamaian Aceh. Oleh karena itu, jangan sampai kontribusi mereka atas perdamaian ini menjadi rusak karena ada pihak-pihak tak bertanggungjawab yang mencoba mengusik perdamaian ini,” lanjut Doto Zaini.

Mencermati perkembangan situasi dan dinamika yang berkembang dalam penyelenggaraan pemerintahan selama ini serta semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Aceh, dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan lima poin penting yang harus dilakukan oleh para Camat.

Gubernur juga berharap agar para camat dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) dan para pemangku kebijakan penyelenggara dan pengawas Pilkada serta pihak terkait lainnya dalam mendukung kelancaran Pilkada, menjaga ketentraman dan ketertiban umum.

Gubernur juga menekankan tentang perlunya komitmen semua pihak termasuk para Camat untuk mensukseskan penyelenggaraan Pilkada serentak di Aceh tahun 2016-2017 secara damai, demokratis dan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015. [Edi]

To Top