Layanan Publik

Disdukcapil Abdya Temukan 33 e-KTP Palsu

ACEHTERKINI.COM | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sedikitnya menemukan 33 dokumen e-KTP yang sudah dipalsukan. Penemuan itu terungkap pada saat salah satu warga Abdya hendak mengurus uang pensiunan veteran dengan syarat e-KTP harus dilegalisir.

Penemuan e-KTP palsu itu, diketahui salah satu staf Disdukcapil sejak tanggal 5 Mei 2016. Dimana ia didatangi olah salah seorang warga yang mempertanyakan keabsahan e-KTP tersebut. setelah diperiksa dengan seksama, e-KTP dengan bentuk yang sudah di laminating itu, ternyata palsu karena tidak sesuai dengan bentuk aslinya.

Disdukcapil Abdya Temukan 33 e-KTP Palsu
ZA Zufri

“Setelah kita cek data e-KTP yang asli dengan KTP yang dileges tidak sama, justru nomor induk kependudukan (NIK) berbeda setelah nama dan alamat yang bersangkutan kita panggil melalui sistem kita,” kata Kabid Kependudukan ZA Zufri SH MM, dan turut dibenarkan oleh salah satu staf diruang kerjanya.

Kepada salah satu warga yang akan meleges e-KTP palsu tersebut, bagian Kependudukan Disdukcapil meminta agar menunjukkan e-KTP yang asli, namun warga tersebut beralasan kalau yang aslinya tinggal di rumah.

“Dari 37 dokumen e-KTP yang kita periksa, sebanyak 33 dokumen NIK dan tanggal lahirnya telah dirubah dengan cara di scaning. Supaya petugas tidak curiga, mereka melaminating e-KTP itu, tapi kita dengan mudah mengetahuinya setelah di cek ke komputer,” tambah ZA Zufri.

Supaya masalah itu tidak terulang, pihak Disdukcapil telah menyita puluhan e-KTP palsu tersebut, lalu menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. “Hal ini memang harus dilaporkan, agar tidak terkesan adanya pembiaran,” tuturnya.

Karena, sambung ZA Zufri, dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan nomor 24 tahun 2013 dalam Pasal 96, setiap orang atau badan hukum yang tanpa hak mencetak, menerbitkan, dan/atau mendistribusikan blangko dokumen kependudukan sebagai mana dimaksud dalam pasal 5 huruf f dan huruf g dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000. (Rizal)

To Top