Peristiwa

Banda Aceh Tuan Rumah Kongres JKPI, Banyak Event Akan Digelar

ACEHTERKINI.COM | Kota Banda Aceh dipastikan menjadi tuan rumah pelaksanaan kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-5. Kegiatan kongres JKPI di Banda Aceh ini akan dimulai pada 7- 12 Mei 2016 mendatang.

Kepala Humas Kota Banda Aceh, Wirzaini Usman mengatakan, Wali Kota Banda Aceh terpilih sebagai salah satu Ketua Presidium JKPI Periode 2015-2017 bersama Wali Kota Baubau dan Bupati Gianyar.

“Acara yang berlangsung selama lima hari itu mengangkat tema “ Kuta Radja, Menuju Kota Pusaka Warisan Dunia”, ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai event seperti pentas seni, pameran, seminar international, festival kopi dan kuliner,” tutur Wirzaini, Aleuhat (1/5/2016).

Wirzaini Usman

Ia menambahkan kongres ini akan dihadiri oleh delegasi dari 49 kabupaten kota yang merupakan anggota JKPI.

Seminar internasional, kata Wirzaini, akan digelar di Gedung AAC Dayan Dawood pada 10 Mei 2016 dengan keynote speaker Menteri PU dan Perumahan Rakyat M Basoeki Hadimoeljono.

“Pada kesempatan itu juga akan dipaparkan best practice empat sister city Banda Aceh yakni Istanbul, Vukovar, Apeldoorn, dan Higashimatsushima, oleh wali kota masing-masing. Undangan untuk mereka telah kita kirim sebulan yang lalu, dan sebagian sudah mengkonfirmasi kehadirannya.”

“acara Rakernas JKPI akan digelar siang harinya di Museum Aceh. Kemudian Sabtu, malamnya juga akan diadakan Pentas Seni JKPI dan Festival Kopi dan Kuliner di Lapangan Blang Padang yang rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya,” kata Wirzaini.

Sehari sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal akan menjamu makan malam peserta Rakernas JKPI.

“Acaranya dirangkai dengan malam resepsi HUT Kota Banda Aceh ke-811. Lokasinya di Gedung AAC Dayan Dawood. Pak Gubernur, dan Menteri PMK Puan Maharani dijadwalkan akan hadir dalam acara ini,” ungkapnya.

Mengingat begitu banyaknya tamu yang akan berkunjung ke Banda Aceh dalam rangka kongres JKPI tersebut, pihaknya menghimbau masyarakat khususnya para pelaku usaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

“Ini tentu menjadi peluang berharga bagi para pelaku usaha di semua sektor. Berikan pelayanan terbaik dan harga yang wajar tentunya sehingga tamu kita merasa nyaman selama berada Banda Aceh,” pungkasnya. [red]

To Top