Lingkungan

Tumpukan Batu Bara di Pelabuhan Susoh Dipertanyakan

ACEHTERKINI.COM | Tumpukan Batu Bara di Pelabuhan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) disinyalir tak memiliki izin lingkungan dari instansi terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Akibat tidak mengantongi izin tersebut, warga sekitar akan merasakan dampak buruk dari tumpukan batu bara yang digunanakan untuk bahan bakar Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Informasi yang diterima wartawan, Kamis (7/4/2016), tumpokan batu bara yang diperkirakan sekitar 10 ribu ton tersebut, dibongkar dari kapal tanker milik PT Mifa Bersaudara yang didatangi dari Kalimantan menuju Pelabuhan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Dimana, batu bara tersebut digunakan untuk bahan bakar PLTU Nagan Raya, karena Pelabuhan Meulaboh lagi dalam perbaikan maka disinggahkan ke Pelabuhan Susoh.

Tumpukan Batu Bara di Pelabuhan Susoh Dipertanyakan
Tumpukan Batu Bara di Pelabuhan Susoh Diduga Tidak Memiliki Izin Lingkungan

“Yang kita sorot disini adalah dampak lingkungan akibat tumpukan batu bara itu, memang areal itu milik pelabuhan, akan tetapi lingkungan sekitarnya merupakan wilayah kita, maka harus mengantongi izin dulu,”kata Saiful, selaku Kabid Analisis Manajemen Dampak Lingkungan (Amdal) Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Abdya.

Dampak negatif akibat tumpukan batu bara itu, saat hujan turun, timbunan batu bara akan terjadi peningkatan keasaman air tanah. Kemudian saat cuaca panas, batu bara di areal bebas dapat menimbulkan kebakaran spontan. “Bukan hanya itu, debu dari tumpukan batu bara itu juga akan terhirup oleh warga sekitar yang berakibat pada penyakit. Apalagi, kawasan itu merupakan pusat keramaian,” ungkap Saiful lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala BLHKP Abdya Adianur yang dihubungi wartawan melalui ponselnya mengatakan, bahwa dalam mengambil sikap, pihaknya akan mempelajari dulu celah dan konsekwensinya. Termasuk aturan main dalam pengelolaan pelabuhan dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

Jaruslim, selaku Kepala Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Susoh yang dimintai tanggapannya terpisah oleh wartawan, membenarkan sekitar 3 minggu lalu dilakukan pembongkaran dan penimbunan batu bara di areal Pelabuhan dibawah tanggung jawabnya.

Menurutnya, pembongkaran dari kapal tanker dilakukan karena keadaan darurat. Dimana, kapal tanker dilaporkan tidak bisa merapat di dermaga Meulaboh karena satu dan lain hal, makanya pembongkaran alternatif dilakukan di dermaga Pelabuhan Susoh.

Jaruslim yang mengaku sedang di Banda Aceh mengatakan, pembongkaran alternatif harus dilakukan, mengingat, jika batu bara terlalu lama di kapal, dikhawatirkan kapal akan terbakar dan tenggelam. “Soal koordinasi dengan Pemkab Abdya memang belum kita lakukan. Namun, jika ini dipermasalahkan, apapun tidak boleh kita lakukan di Pelabuhan, sama saja dengan Pelabuhan tertutup, mending ditutup saja pelabuhan itu,” sebutnya. (Rizal)

To Top