Ekonomi

Meuligoe Wali Nanggroe yang Habiskan Rp97 Miliar Lebih Itu Diresmikan

ACEHTERKINI.COM | Bangunan Meuligoe Wali Nanggroe yang telah menghabiskan dana sekitar Rp 97 miliar itu dari uang rakyat Aceh melalui APBA sejak tahun 2010 itu akhirnya diresmikan. Peresmian bangunan yang luasnya mencapai 11 hektar itu dilakukan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Rabu (13/4/2016).

Pada kesempatan itu Zaini Abdullah mengatakan keberadaan Wali Nanggroe Aceh hendaknya dapat memersatukan masyarakat dan memperkuat segala bentuk adat dan kebudayaan yang ditinggalkan leluhur.

Meuligoe Wali Nanggroe yang Habiskan Rp97 Miliar Lebih Itu Diresmikan
Peresmian Meuligoe Wali Nanggroe Aceh

“Wali Nanggroe haruslah bisa memegang amanah sebagai lembaga pemersatu menurut adat bukan menurut politik,” ujar Gubernur Aceh pada acara Peusijuek Wali Nanggroe dan Meuligoe.

Pemerintah Aceh dan masyarakat, kata gubernur, akan senantiasa mendukung keberadaan Wali Nanggroe, sebagai bentuk amanah yang lahir dari proses perdamaian Aceh, di Helsinki, Finlandia.
Dengan diresmikannya komplek meuligo itu, gubernur berharap  penguatan adat istiadat bisa lebih terjamin. Dengan adanya pendukung kerja itu, masyarakat bisa tahu ke mana mencari solusi terkait dengan adat, budaya dan kesenian.

“Kelembagaan Wali Nanggroe haruslah menjadi lembaga pemersatu tempat rakyat mencari solusi, dan bertanya seputar adat istiadat,” kata gubernur.

“Kita bisa mencari segala solusi di sini, sehingga Aceh bisa terus aman dan tidak lagi bergejolak,” lanjutnya.

Gubernur meminta, Lembaga Khatibul Wali untuk dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah tersedia. Pembangunan komplek meuligo Wali Nanggroe dimulai tahun 2010 lalu di atas lahan seluas 11 hektar dan menelan biaya sebesar Rp97 miliar lebih.

Zulkifli MM, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, komplek itu dilengkapi dengan  gedung utama sebagai tempat pertemuan, rumah dinas wali, bangunan gueshost berkapasitas 24 kamar tidur tamu, menara air, dapur umum, mushalla, pos jaga, jalan aspal, pagar komplek, sedang sekretariat khatubul wali.

Beberapa fasilitas belum lagi selesai dibangun. “Ini akan menjadi tempat wali tinggal dan bekerja sehingga bisa memperkuat lembaga wali untuk mempersatukan dan menjaga adat Aceh,” ujar Zulkifli.

Pesijuek Meuligoe dilakukan dengan sangat sederhana yang diawali dengan penunjukan silek beuso begitu Wali Nanggroe dan rombongan Tiba. Meuligoe dan Kompleks Wali Nanggroe ini terletak di gampong Lamblang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.

Setelah acara pesijuek dan syukuran, Wali Nanggroe dan para undangan juga menyempatkan melihat langsung proses pembuatan/pembakaran Serabi Aceh (Teut Apam) yang dihadirkan khusus untuk pendukung Acara Peusijuk ini serta menyempatkan sejenak untuk mencicipi serabi khas Aceh. [Red/Edi]

To Top