Sosial

FUI Aceh Singkil Desak Pemda Lakukan Rekonsiliasi Korban Konflik Sosial

ACEHTERKINI.COM | Pasca Insiden yang melanda Kabupaten Aceh Singkil pada 13 Oktober 2015 lalu, dinilai oleh kalangan masyarakat muslim belum ditangani secara baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil belum melakukan rekonsiliasi, rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai Undang Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Aceh Singkil, Tgk. Hambalisyah Sinaga kepada acehterkini, Minggu (4/4/2016). Ia mendesak pemerintah mengurus perdamaian karena banyak korban jatuh seperti korban yang terkena tembakan, pukulan dari oknum aparat sehingga menimbulkan trauma.

FUI Aceh Singkil Desak Pemda Lakukan Rekonsiliasi Korban Konflik Sosial
Tgk. Hambalisyah Sinaga

Menurut Hambali setelah proses perdamaian selesai, maka pemerintah baru dapat fokus kepada proses perizinan rumah ibadah milik umat Kristen di Kabupaten Aceh Singkil.

Rekonsiliasi haruslah dilakukan dengan cara perundingan secara damai, pemberian restitusi dan pemaafan. ” Ini bertujuan agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali dimasa-masa yang akan dating,” ujarnya.

Hambali menegaskan, pemerintah daerah sampai saat ini belum melakukan upaya -upaya  perundingan, restitusi (ganti rugi) maupun pemaafan. “Jika masalah ini telah dilaksanakan dengan baik, sudah tentu persolaan dalam hal pengurusan izin rumah ibadah akan lebih mudah untuk dibicarakan, apalagi semua pihak-pihak terkait dikomunikasikan dengan baik,” tegas Ketua FPI Aceh Singkil ini.

Untuk itu, FUI aceh Singkil sangat menyayangkan atas sikap pemda Aceh Singkil yang terkesan dingin terhadap para korban konflik terutama dari pihak muslim.

Hambali menjelaskan pihak Muslim saat ini meminta pemerintah daerah Aceh Singkil untuk berbuat  adil. “perlakukan sesuai aturan dan perhatikan para korban,” imbuhnya.

Para umat Muslim tidak ingin permasalah yang terjadi pada tanggal 13 Oktober 2015 itu diwarisi hingga ke anak cucu. ” Kita tidak ingin konflik ini kembali meledak yang dikarenakan penanganan yang asal-asalan,” ungkapnya. [Jamaluddin]

To Top