Peristiwa

Wartawan Senior di Abdya Tutup Usia

ACEHTERKINI.COM | Selamat Jalan H Nasrun Yunan, semoga amalanmu diterima di sisi Allah SWT. Wartawan Media Cetak Harian Realitas itu merupakan sosok wartawan senior di kabupaten Abdya, pada Sabtu (12/3/2016) siang sekitar pukul 13.00 WIB, ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya.

Almarhum yang juga merupakan Penasehat Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu berpulang ke Rahmatullah dalam usia sekitar 60 tahun lebih, karena penyakit jantung yang dideritanya sejak tiga tahun terakhir.

Nasrun Yunan (alm)

Sehingga kondisi kesehatannya semakin hari kian memburuk. Meski demikian, dia tetap bersemangat dalam menjalankan rutinitasnya sebagai wartawan yang sebelumnya pernah bertugas di sejumlah media massa nasional dan daerah.

Menurut dokter spesialis dalam di RSUTP Abdya, dr Suherdy SpPD, Minggu (13/3/2016), almarhum dibawa masuk ke rumah sakit tersebut pada Sabtu (12/3/2016) sekitar pukul 11.30 WIB dalam kondisi fisik mulai melemah. Sesaat tiba di ruang instalasi gawat darurat (IGD) dokter dan sejumlah perawat langsung memberikan penanganan.

“Setelah berbagai upaya dilakukan agar beliau tetap bertahan, namun Allah SWT berkehendak lain dan sekitar pukul 13.00 WIB beliau telah tiada,” ungkapnya.

Jenazah almarhum, dibawa pulang ke rumah duka di Desa Durian Jangek, Kecamatan Susoh untuk di makamkan di pemakaman umum dekat PPI Ujung Serangga, Desa Padang Baru, Susoh, Kabupaten Abdya.

Almarhum aktif menulis sejak era tahun 90-an di sejumlah surat kabar. Disamping itu dia juga merupakan pensiunan PNS dengan jabatan terakhir yang dipercayakan kepadanya sebagai Kabag Humas pada Sekretariat DPRK Abdya serta memasuki masa pensiun dari PNS tahun 2011 lalu.

Dengan kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, dia berupaya untuk tampil bugar di kesehariannya. Bahkan dia beserta istri mampu menunaikan ibadah haji di tahun 2015 lalu dan turut meramaikan kegiatan pemilihan Ketua PWI Aceh yang berlangsung di Banda Aceh.

Dimata rekan-rekan wartawan, beliau dikenal sebagai sosok supel dan mudah bergaul. Sehingga tidak heran, kalau banyak sahabat dan rekan sejawat yang merasa kehilangan atas kepergiannya untuk selamanya.

Ketua Balai PWI Abdya, Drs H Zainun Yusuf mengaku sangat kehilangan sosok wartawan senior yang ketika dimasa-masa lalu sering bertukar pendapat bersamanya.

“Beliau adalah orang yang gigih dan telaten dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang jurnalis. Bahkan kami pernah sama-sama terlibat peliputan berita semasa konflik di Aceh berkecamuk dan dalam status darurat militer,” kenangnya.

Menurutnya, almarhum merupakan salah satu rekan terbaik yang pernah ada. Berbagai pemikiran dan wawasannya yang maju, banyak diterapkan dalam berbagai kegiatan dan program. Hal itu, baik di dunia kewartawanan maupun di organisasi lainnya.

“Atas nama pribadi dan PWI, mohon dimaafkan segala kesalahan selama hidupnya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Selamat jalan kawan,” demikian tutur Zainun yang juga hampir sama lamanya bergelut didunia jurnalistik bersama Nasrun Yunan. (Rizal)

To Top