Sosial

Masalah Grand Nanggroe Belum Selesai, Ormas Islam di Aceh akan Berkumpul

ACEHTERKINI.COM | Masalah kegiatan fashion show di Hotel Grand Nanggroe dan kontes kecantikan yang digagas Yayasan Miss Indonesia ternyata belum selesai. Rabithat Thaliban Aceh (RTA) bersama Ormas Islam melakukan konsolidasi membahas pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Kegiatan konsolidasi ini berlangsung di Solong Café Ulee Kareeng, Rabu (2/3/2016). Ketua Umum RTA, Tgk. Imam Abu Bakar mengajak masyarakat Aceh saling bersinergis dalam menghalau upaya-upaya para pihak yang ingin menghancurkan Islam di Aceh.

Rapat konsilidasi tersebut juga membahas pelanggaran syariat Islam yang terjadi di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh beberapa waktu lalu, juga pencatutan nama Aceh di tingkat nasional dalam kontes kecantikan yang membawa nama Aceh tapi tidak memiliki wewenang dan izin dari rakyat Aceh.

Masalah Grand Nanggroe Belum Selesai, Ormas Islam di Aceh akan Berkumpul
Rabithat Thaliban Aceh dan Ormas Islam berkumpul membahas Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh

“Kita harus bersatu agar para politisi dan pengusaha di Jakarta tidak semena-mena mengobok-obok Islam Aceh dan ini tidak boleh terulang di tahun depan” ujar Tgk Imran dalam keterangannya kepada acehterkini, Kamis (3/3/2016).

Ia menjelaskan pelaksanaan syariat Islam di Aceh harus betul-betul ditingkatkan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga menyentuh semua stakeholder yang ada, khususnya para pengusaha yang bergerak dalam bidang perhotelan dan pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, hadir HMI Banda Aceh, BEM UIN Ar Raniry, BEM Unsyiah, Masyarakat Informasi Teknologi Aceh, LPT NU, PERGUNU, Institut Peradaban Aceh dan belasan ormas lainnya. Pertemuan tersebut melahirkan beberapa rekomendasi dan agenda kepada Pemerintah Aceh khususnya terkait pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan berkumpul untuk membahas lebih lanjut sikap bersama para stakeholder di Aceh untuk membahas dan mempertanyakan kinerja pemerintah terkait syariat Islam.

Sebelumnya, pihak managemen Hotel Grand Nanggroe sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Permohonan maaf itu ditandatangani oleh Hartanto Budiman pada 1 Maret 2016.

Pihak Hotel Grand Nanggroe menyampaikan komitmennya menjadikan hotel yang bersyariat di Banda Aceh. Kemudian pihak hotel juga berjanji tidak ada menyewakan fasilitas untuk kegiatan hiburan yang bertentangan dengan Syariat Islam. [Red]

To Top