Sosial

Dokumen Konflik Lahan di Aceh Diserahkan ke Menteri Agraria

ACEHTERKINI.COM | Semua data dan dokumen konflik lahan yang terjadi di Provinsi Aceh sudah diserahkan Anggota DPD RI, Fachru Razi kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang / BPN RI, Selasa (1/3/2016).

Fachrul Razi berharap konflik lahan yang terjadi di Aceh dapat segera diselesaikan oleh Pemerintah Pusat. Kepada acehterkini, Rabu (2/3/2016), ia mengatakan ada tiga kasus konflik lahan yang dilaporkan ke Menteri Agraria, yaitu konflik lahan antara masyarakat dengan PT. Rapala di Aceh Tamiang.

Dokumen Konflik Lahan di Aceh Diserahkan ke Menteri Agraria
Fachrul Razi menyerahkan dokumen konflik lahan di Aceh kepada Menteri Agraria

Kemudian konflik lahan antara masyarakat Blang Lancang Lhokseumawe dengan PT. Arun LNG dan konflik lahan antara masyarakat dengan PT. Asdal Prima Lestari di Aceh Selatan.

“Semua data dan dokumen ketiga kasus konflik lahan itu sudah diterima oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / BPN RI, Fery Mursyidan Baldan,” kata Fachrul Razi.

Menurutnya konflik antar masyarakat dengan perusahaan selalu dipicu dengan penyerobotan lahan oleh pihak perusahaan yang merupakan tanah adat dan tanah ulayat yang sudah dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat.

Kemudian konflik ditambah dengan persoalan CSR yang tidak direalisasi perusahaan. Dalam PP No.47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan lingkungan sebuah perusahaan yang mengelola sumber daya alam, wajib menyalurkan CSR kepada masyarakat.

Menyangkut dengan pengadaan kebun plasma juga menjadi masalah tersendiri dalam konflik lahan di Aceh. Sebanyak 30 persen dari keseluruhan lahan yang digarap sesuai dengan SK Gubernur Aceh No 525/BP2T/4966/2011 tidak dilaksanakan oleh perusahaan.

Dengan keluarnya Pergub Aceh No. 525/BP2T/4966/2011 itu menjadi dasar kuat seluruh perusahaan yang mengelola Sumber Daya Alam khususnya yang bergerak di perkebunan sawit wajib menyalurkan kebun plasma.

Fachrul Razi berharap secepatnya Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Aceh merevisi izin Hak Guna Usaha semua perusahaan perkebunan dan perusahaan lainya yang bergerak dalam bidang sumber daya alam di Provinsi Aceh. [Red]

To Top