Lingkungan

Banjir Genangi Jalan, Pemukiman Warga dan Lahan Sawah di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Hujan deras melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya sejak pukul 14.30 WIB sampai dengan 19.00 WIB, membuat sejumlah saluran dan sungai (Krueng) meluap hingga membanjiri pemukiman warga serta menggenangi jalan raya hingga mencapai 25 cm.

Kondisi itu terlihat di jalan nasional wilayah Kecamatan Tangan-Tangan, mulai dari Desa Cinta Makmur, Suak Labo, Pante Geulumpang, hingga Suak Nibong, sementara kondisi serupa juga menggenangi jalan di Desa Alue Manggota, Kecamatan Setia dan jalan nasional di wilayah Paya Laot, Kecamatan Manggeng, Kabupaten setempat.

Disamping badan jalan yang menjadi lintasan arus air, luapan sungai dan saluran juga menggenangi pemukiman warga sejumlah wilayah di Abdya, terutama di Kecamatan Tangan-Tangan, seperti Desa Mesjid, Geulumpang, Padang Kawa, Drien Jalo dan sebahagian Desa Adan yang sudah menjadi langganan tetap kebanjiran.

Banjir Genangi Jalan, Pemukiman Warga dan Lahan Sawah di Abdya

“Luapan air akibat pendangkalan dan banyaknya sendimen didalam saluran termasuk di dasar sungai, ditambah lagi banyaknya pokok batang bambu yang sudah jatuh kedalam sungai, yang membuat arus air tidak lancar,” sebut Kepala Desa Mesjid, Hasanuddin, kepada wartawan dilokasi banjir, Senin (21/3/2016).

Dikatakannya, selain  menggenangi pemukiman warga, sejumlah lahan sawah yang sedang ditumbuhi tanaman padi juga ikut terendam. “Kasian petani, hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi tanaman padi mulai berbuah, sudah tergenang banjir,” ungkap Hasanuddin.

Ia berharap pemerintah segera menanggulangi permasalahan banjir yang dialami sejumlah desa yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS). Bukan hanya di Tangan-Tangan saja, termasuk sejumlah DAS lainnya yang berada di Abdya. Kalau Desa Mesjid memang sudah menjadi langganan tetap sasaran banjir.

“Dalam jangka waktu 3 jam saja hujan tak reda-reda, desa kami ini sudah digenangi banjir akibat luapan saluran dan sungai, namun hingga sekarang belum ada solusi jitu untuk menanggulanginya,” tambah Hasanuddin.

Hal serupa juga diutarakan salah satu warga di Kecamatan Manggeng, dimana luapan Krueng Manggeng membuat sejumlah pemukiman warga kembali tergenang air. “Abdya ini belum bebas dari bencana banjir, dari dulu hingga sekarang masalah banjir sudah menjadi langganan sejumlah wilayah di Abdya,” sebutnya singkat.

Sementara itu, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin, yang dihubingi via phonsel, menyebutkan, genangan air memang tidak begitu lama, hanya sekitar dua jam saja. Sejumlah ruas jalan di Desa Suak Labu, Pante Gelumpang, Kecamatan Tangan-Tangan dan Desa Alue Mangota, Kecamatan Setia ikut terendam air.

Hal ini, kata Amir, akibat terjadinya penyempitan pada saluran pembuang, kemudian ada juga sejumlah lokasi jalan yang tidak memiliki saluran pembuang, sehingga air naik keatas badan jalan.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya untuk menanggulangi masalah itu, agar persolan luapan air ini bisa sedikit demi sedikit dapat teratasi,” tuturnya.

Berdasarkan laporan, tambah Amir, tidak ada warga yang mengungsi, termasuk korban jiwa serta kerugian materil. Meskipun dilaporkan ada pemukiman warga yang tergenang hingga mencapai lutut kaki orang dewasa. (RiZal)

To Top