Sosial

Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba Tanpa Dihukum, Ini Syaratnya

ACEHTERKINI.COM | Para pecandu Narkoba di Indonesia dapat menjalani proses rehabilitasi tanpa diproses hukum dengan syarat harus dengan kesadaran atau kemauan sendiri. Rehabilitasi tidak berlaku bagi pecandu Narkoba yang ditangkap oleh aparat penegak hukum.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh Armensyah Thai dalam Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba bagi Remaja yang digelar di sebuah Warkop di kawasan Gampong Surien, Banda Aceh, Senin (15/2/2016).

Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba Tanpa Dihukum, Ini Syaratnya
Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba oleh BNN Aceh

Turut hadir pada acara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal beserta sejumlah pejabat terkait, anggota DPRK Banda Aceh Ilmiza Sa’aduddin Djamal dan Irwansyah, tokoh masyarakat, pelajar/mahasiswa, serta ratusan warga setempat.

“Jika datang ke BNN dengan sukarela atas kesadarannya sendiri dan minta direhab, maka para pecandu Narkoba akan kita rehabilitasi tanpa dituntut apa-apa. Namun bagi yang ditangkap oleh polisi maupun BNN, mereka tetap akan kita proses secara hukum, ancaman penjaranya empat sampai lima tahun,” Kata Mantan Kapolrestas Banda Aceh itu.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah masuk dalam kategori ‘darurat’ Narkoba. “Berdasarkan survei, saat ini ada empat sampai lima juta pecandu Narkoba di Indonesia, dan 30 hingga 50 orang meninggal dunia setiap harinya karena Narkoba,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyalahgunaan Narkoba terbanyak di Aceh adalah jenis Ganja dan Sabu-Sabu. “Rata-rata orang pecandu itu sifatnya berubah menjadi pembohong, dan rentan terlibat tindakan kriminal seperti mencuri dan membunuh. Kecanduan Narkoba itu sangat sukar disembuhkan, dan walaupun sudah berhenti dapat saja terulang kembali,” ujarnya. [Red]

To Top