Sosial

Pemerintah Janji Atasi Dampak Banjir di Barat Selatan Aceh

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Aceh akan segera menanggulangi dampak banjir yang terjadi di kawasan Pantai Barat Selatan. Hal itu dikatakan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah melalui Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Delian, Senin (1/2/2016).

“Kita akan memperbaiki  insfrastruktur umum yang rusak akibat banjir, sehingga tidak terlalu lama mengganggu perekonomian masyarakat,” kata Frans Delian. Gubernur juga memerintahkan SKPA terkait, untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Pemerintah Janji Atasi Dampak Banjir di Barat Selatan Aceh
Banjir di Aceh Singkil [Ist]

Banjir yang melanda kawasan barat selatan Aceh tepatnya di Aceh Singkil pada Minggu (31/1/2016) mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua dirawat dan dua orang dinyatakan hilang serta ratusan warga mengungsi.

Korban tewas diketahui bernama Rosiem, perempuan  asal Desa Sumber Mukti, Aceh Singkil. Korban yang kini dirawat di rumah sakit bernama Samadi (54), dan Sugiarto (51). Untuk korban yang hanyut dibawa banjir bernama Hamzah Tumorang (76), serta Ruspita (65).

Dari laporan Pusdalops yang diterima Senin (1/2/2016) pukul 17.00 sore, banjir melanda kawasan Aceh Singkil, Subulussalam dan sebagian kawasan Meulaboh Aceh Barat. Untuk kawasan Subulussalam terjadi banjir bandang, sementara singkil imbas banjir bandang menyebabkan bencana longsor. Di Meulaboh, hujan lebat hanya membuat beberapa desa dan jalan utama terendam.

Jasman, Kepala Pelaksana BPBD Kota Subulussalam mengatakan, imbas banjir bandang di Kota Subulussalam telah membuat sembilan desa terisolir. Hal itu dikarenakan jembatan penghubung Kecamatan Longkip dengan jalan ibu kota hanyut dibawa banjir.

“Sampai tadi sore, hanya sepeda motor dan orang yang bisa melintas,” kata Jasman, Senin (2/1/2016) malam. Banjir bandang yang terjadi Minggu dinihari itu, membuat perekonomian masyarakat terganggu. “Mereka kesulitan ekonomi. Akses untuk mengeluarkan buah segar, sayuran, sawit tidak bisa dilakukan,” kata Jasman.

Sesuai dengan arahan Gubernur Aceh, Kepala BPBA, Said Rasul bersama tim langsung mengunjungi tempat yang dilanda banjir. “Sekarang kita sedang mengupayakan untuk membangun jembatan darurat dari pohon kelapa,” kata Jasman. Dari laporan Jasman serta informasi Pusdalops, 10 jembatan ambruk total, serta dua lainnya rusak ringan.

Selain mengunjungi langsung, BPBA ikut memberikan bantuan masa panik berupa satu paket bantuan untuk seribu jiwa dengan taksiran waktu satu minggu. BPBA saat ini sedang menghitung estimasi kerugian serta kebutuhan biaya rekonstruksi, khususnya infrastuktur umum, sehingga kerusakan tersebut bisa segera ditanggulangi.

Dari Singkil dilaporkan, banjir menghanyutkan lima unit rumah, serta satu unit jembatan rangka baja di Desa Lae Rimo.  Banjir bandang juga menyapu jembatan penghubung antara Kecamatan  Singkohor ke Kecamatan Kuta Baharu serta lima jembatan di tiga kecamatan dilaporkan rusak berat.

Bencana di Singkil tersebut  juga merusak lahan pertanian warga, menghanyutkan bintaang peliharaan serta mengharuskan sebanyak 40 KK dengan jumlah 174 jiwa mengungsi.

Di Meulaboh, banjir hanya terjadi dalam hitungan jam. Itu pun, dikatakan Syaiful AB, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, banjir terjadi karena debit air laut meningkat karena pasang bulan. “Hujan lebat antara pukul tujuh hingga pukul sepuluh malam,” kata Syaiful.

Debit air yang merendam beberapa kawasan seperti di Suak Reube dan jalan nasional hanya berkisar 0-50 sentimeter. [Red]

To Top