Sosial

Mendagri Bermaksud Provinsi Lain Jangan Buat Aturan Seperti Aceh

ACEHTERKINI.COM | Kementerian Dalam Negeri sedang mengkaji beberapa Peraturan Daerah yang bermasalah atau bertentangan dengan UU. Namun Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut pihaknya tak mempersoalkan Perda yang menerapkan syariah Islam, seperti diterapkan di Aceh.

“Saya cuma meminta agar daerah lain tidak membuat peraturan sama seperti Aceh. Misalnya, Surabaya bikin Perda soal wajib berjilbab. Kalau Aceh tak mengapa, karena memang daerah syariat Islam,” kata Tjahjo.

Mendagri Bermaksud Provinsi Lain Jangan Buat Aturan Seperti Aceh
Mendagri, Tjahjo Kumolo

Dalam Perda di Aceh tersebut, ada aturan soal wajib berjilbab bagi wanita di Aceh. Tjahjo membantah pernah menyatakan larangan atas penerapan Perda tersebut, atau akan menghapusnya.

Alasannya, Aceh merupakan serambi Makkah di mana mayoritas masyarakat di sana beragama muslim. Belum lagi provinsi itu otonomi khusus yang menerapkan syariat Islam. Sehingga tak masalah bila Aceh mewajibkan penggunaan jilbab bagi wanita muslim.

“Saya hanya bicara supaya daerah lain tak meniru ketentuan seperti Aceh. Di daerah lain itu penggunaan jilbab itu suatu kesadaran, Aceh ini memang terapkan syariat Islam,” kata Tjahjo dilansir dari situs pribadinya tjahjokumolo.com, Kamis (25/2/2016).

Berbeda dengan sejumlah provinsi lainnya. Tidak ada kekhususan, dan daerah-daerah tersebut juga tak seperti Aceh yang punya komitmen dengan status keyakinan masyarakatnya. Selain itu, tidak ada daerah yang memang secara keseluruhan memeluk satu agama tertentu.

Bahkan, Aceh pun menurut Tjahjo sangat toleransi dengan agama lain. Penggunaan jilbab tersebut hanya berlaku kepada wanita muslim. Sedangkan, wanita non muslim yang tinggal atau datang ke Aceh, tidak diikat dengan aturan tersebut. Mereka hanya diminta berpakaian sopan. [Red]

To Top