Layanan Publik

Baru Diresmikan, Bangunan Puskesmas Manggeng Dikeluhkan Pasien

ACEHTERKINI.COM | Proyek pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Manggeng yang berada di Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga banyak menimbulkan permasalahan.

Proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah itu, belum lama diresmikan sudah dikeluhkan oleh sejumlah pasien yang rawat inap pada Puskesmas setempat.

Hal itu terbukti dengan bocornya pipa saluran air ke kamar pasien. Akibatnya, sejumlah sal rawat inap digenangi air. Petugas Cleaning Service (CS) dibantu keluarga pasien terpaksa membersihkan bahkan menimba genangan air  yang merembes masuk ke kamar rawap inap pasien.

Baru Diresmikan, Bangunan Puskesmas Manggeng Dikeluhkan Pasien
Peresmian Puskesmas Manggeng, Abdya oleh Wakil Bupati, Erwanto

“Puskesmas ini hanya dari luar saja nampak terlihat indah, ternyata didalamnya penuh dengan masalah yang harus dihadapi para pasien terutama genangan air akibat adanya pipa yang bocor,”ungkap Roza, Rabu (17/2/2016) salah seorang keluarga pasien yang dirawat inap.

Permasalahan lainnya terlihat ketika hujan deras mengguyur kawasan itu beberapa waktu lalu, dimana, sejumlah ruangan mulai dari ruang gizi, ruang jaga perawat, ruang dokter, ruang apotik, juga ruang rawat inap diketahui bocor. Air jatuh dari atap yang bocor bukanlah berupa tetesan, namun sangat deras, sehingga para perawat jaga dibantu CS dan keluarga pasien, terpaksa menggunakan timba dan ember plastik untuk menampung air yang jatuh dari atap bocor.

“Jika kita tidak tampung air bocor dengan ember, maka semua yang ada di dalam ruangan akan basah,” ungkap salah seorang perawat Puskesmas Manggeng.

Malahan, kondisi bangunan yang bocor ditambah saluran air bermasalah tersebut, sudah dilaporkan secara tertulis oleh Kepala Puskesmas ke Dinas Kesehatan. Namun, sejauh ini, laporan dimaksud belum mendapat tanggapan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya Anwar Daod kepada wartawan secara terpisah mengaku belum mendapat laporan terkait masalah itu. Pihaknya mengaku baru mengetahui hal itu.

“Kami belum dapat laporan, ini juga baru kami ketahui dari saudara,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Disamping itu, Anwar juga menolak memberi keterangan terkait proses pengerjaan Puskesmas Manggeng dengan alasan pekerjaan itu dilaksanakan semasa dirinya belum menjabat Kadis Kesehatan.

“Kami tidak bisa memperlihatkan kontrak, karena kontrak itu rahasia negara, tidak bisa sembarangan diperlihatkan,”singkat Anwar.

Sementara itu, Mulyadi SKM, selaku Ketua Tim PHO Pengerjaan Proyek Puskesmas Manggeng mengatakan, saat tim PHO turun, tidak ditemui adanya kejanggalan ataupun permasalahan.

“Semuanya sudah sesuai, makanya kita anggap selesai seratus persen,”tuturnya singkat.

Hal senada juga dikatakan Sukiar, Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari kegiatan proyek Puskesmas Manggeng. Katanya, semua dokumen menyangkut kegiatan merupakan rahasia negara dan bukan untuk asumsi publik.

“Maaf, kami tidak bisa perlihatkan, semua ada syarat dan ketentuannya,” sebut Sukiar tanpa menyebutkan apa syarat dan ketentuan dimaksud.

Dari copyan kontrak yang diperoleh wartawan beberapa waktu lalu, bahwa proyek itu dikerjakan oleh PT. Adek Abang Thahara dengan nomor Surat Perjanjian Pemborongan: 440/04/KONTRAK/DINKES/2015 tanggal 11 Mei 2015, Pekerjaan Rehab Puskesmas Manggeng (Otsus).

Tanggal mulai 11 Mei, tanggal selesai 6 November 2015. Nilai kontrak Rp 2.934.925.000,- sumber Otsus tahun 2015. DPA-SKPD : 1.02.0125.39.5.2, Kode kegiatan : 1.02.1.02.01.25.39, Kode rekening : 5.2.3.49.06. (Rizal)

To Top