Hukum

Masalah Tata Ruang Aceh, Mendagri Digugat

ACEHTERKINI.COM | Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GeRAM) akan mendatangi Pendagilan Negeri Jakarta Pusat untuk mendaftarkan gugatan terhadap Menteri Dalam Negeri terkait Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA).

Kuasa hukum GeRAM, Nurul Ikhsan SH mengatakan, pendaftaran gugatan akan dilakukan Kamis, (21/1/2016) di PN Jakarta Pusat.

Masalah Tata Ruang Aceh, Mendagri Digugat

“Mekanisme gugatan melalui citizen lawsuit atau gugatan warga negara. Ada sembilan warga Aceh yang memberi kuasa menggugat Mendagri agar membatalkan Qanun RTRW,” kata Nurul Ikhsan.

Selain Mendagri, kata Nurul, sembilan warga Aceh tersebut juga menggugat Gubernur Aceh dan DPR Aceh. Gubernur Aceh dan DPR Aceh digugat untuk segera merevisi Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 Tentang RTRW.

“Klien kami menggugat karena Mendagri dianggap lalai mengawasi Pemerintah Aceh yang menetapkan Qanun RTRW tanpa mengakomodir kawasan strategis nasional di Aceh, seperti Kawasan Ekosistem Leuser,” kata Nurul Ikhsan.

Sebelum mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, para penggugat sudah menyampaikan notifikasi atau pemberitahuan terbuka. Notifikasi disampaikan dalam jangka waktu 60 hari kerja. Namun, notifikasi tidak diindahkan Mendagri, Gubernur Aceh, dan Ketua DPR Aceh.

Nurul Ikhsan mengatakan, Gubernur Aceh dan DPR Aceh digugat karena mengesahkan Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh tidak memasukan beberapa substansi penting yang diamanahkan dalam RTRW Nasional.

“Seperti Kawasan Ekosistem Leuser, tidak dimasukkan dalam RTRW Aceh. Padahal, Kawasan Ekosistem Leuser diatur dalam RTRW Nasional dan juga dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh,” kata dia.

Menurut Nurul Ikhsan mengabaikan amanat undang-undang merupakan perbuatan melawan hukum. Karena itu, penggugat sebagai warga negara mengajukan gugatan untuk mendapatkan keadilan.

“Tuntutan dalam gugatan klien kami bukanlah materi. Tapi, tuntutan dalam gugatan penggugat agar tergugat mengakomodir kawasan strategis seperti Kawasan Ekosistem Leuser dalam RTRW Aceh,” pungkas Nurul Ikhsan. [Edi]

To Top