Hukum

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh, PT. SPS Divonis Bersalah

ACEHTERKINI.COM | Perusahaan kelapa sawit PT. Surya Panen Subur (SPS) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Meulaboh karena terbukti melakukan tindak pidana membuka lahan cara bakar secara berlanjut.

Pembacaan putusan perkara nomor 54/Pidsus/2014/PN MBO itu disampaikan Ketua Majelis Hakim, Rahma Novatiana didampingi Muhammad Al Qudri SH dan Fakhri Ikhsan SH hakim anggota pada Kamis (28/1/2016).

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh, PT. SPS Divonis Bersalah
T.Marjan Nasution dan Anas Muda Siregar (membelakangi) Divonis bersalah dalam perkara pidana PT. SPS di Pengadilan Negeri Meulaboh, 28 Januari 2016. 

Majelis hakim menilai perusahaan PT. SPS yang diwakili oleh T. Arsul Hadiansyah tidak melakukan pengawasan secara khusus di areal gambut yang sangat mudah terbakar serta tidak melakukan upaya sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas membakar blok-blok lain.

Unsur yang memberatkan PT. SPS divonis bersalah adalah peristiwa kebakaran meluas dan asap telah berdampak terhadap persoalan lingkungan di areal lingkungan perusahaan kelapa sawit tersebut.

“PT. SPS terbukti bersalah melakukan tindak pidana membuka lahan cara membakar secara berlanjut, PT. SPS diminta untuk membayar denda sebesar Rp 3 miliar,” sebut Rahma Novatiana SH.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya yang menuntut PT. SPS membayar denda sebesar Rp 4 miliar.

Terkait putusan pidana PN Meulaboh ini, pengacara PT. SPS, Rivai Kusumanegara mengatakan banding terhadap putusan tersebut.  “Ada beberapa pertimbangan yang kontradiktif dalam putusan itu,” kata Rivai.

Staf PT. SPS Divonis 3 Tahun Penjara

Sementara itu Ketua Hakim Majelis, Rahma Novatiana memutuskan dua orang staf PT. Surya Panen Subur yaitu Marjan Nasution (Kepala Proyek PT. SPS) dan Anas Muda Siregar (Kepala Kebun PT. SPS) terbukti bersalah dan menghukum masing-masing dengan kurungan selama 3 tahun dengan denda sebesar Rp 3 miliar dan subsider 1 bulan kurungan.

Sedangkan Presiden Direktur PT. SPS, Edi Sutjahyo Busiri dinyatakan oleh majelis hakim tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan.

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh, PT. SPS Divonis Bersalah
Anas Muda Siregar (Kepala Kebun PT SPS) sedang konsultasi dengan pengacara terkait hukuman penjara selama 3 tahun dengan dengan Rp 3 miliar yang dijatuhkan Hakim Majelis, 28 Januari 2016

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga orang terdakwa yaitu Edi Sutjahyo Busiri (Presiden Direktur), T. Marjan Nasution (Kepala Proyek) dan Anas Muda Siregar (Kepala Kebun) masing-masing penjara 3 tahun 6 bulan dengan denda Rp 3 miliar dan subsider 6 bulan kurungan karena melanggar melanggar Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim menilai terdakwa Edi Sutjahyo Busiri tidak terbukti bersalah karena yang bersangkutan saat kebakaran tidak berada di lokasi PT. Surya Panen Subur.

Menanggapi hal ini, pengacara PT. SPS Trimoelja D. Soerjadi SH mengatakan dalam metode kerja suatu perusahaan ada delegasi. Mereka mempunyai job description yang ditetapkan perusahaan. Terdakwa satu, Edi Sutjahyo Busiri tidak terbukti.

“Kita mohon banding untuk terdakwa dua, Marjan Nasution dan terdakwa tiga, Anas Muda Siregar karena ada hal yang kontradiktif dalam putusan  tersebut,” kata Trimoelja.

Untuk diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggugat secara pidana PT. Surya Panen Subur (SPS) terkait kebakaran lahan gambut sekitar 1.000 hektar di Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya di PN Meulaboh. Peristiwa kebakaran di lahan PT. SPS tersebut terjadi pada 19-24 Maret 2012. [Firman]

To Top