Lingkungan

Damija di Abdya Penuh Semak Belukar

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah ruas jalan dalam pemukiman warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa tahun terakhir tidak terawat. Pasalnya Daerah Milik Jalan (Damija) demikian sebutannya, sudah mulai ditumbuhi rumput hingga menyerupai semak belukar dan memperkecil ruas jalan.

Kondisi itu terlihat di jalan milik Kabupaten kawasan Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan. Dimana, terlihat pemandangan yang sangat tidak menarik, sebab semak belukar hampir menutupi badan jalan.

Damija di Abdya Penuh Semak Belukar
Damija di Desa Padang Kawa, Tangan-Tangan Penuh Semak Belukar

Disamping itu, tanggul pengaman jalan yang dibangun dikiri-kanan jalan juga banyak yang sudah ambruk. Bahkan, dibeberapa titik, akibat ambruknya tanggul, sebagian badan jalan ikut longsor hingga sulit dilewati kenderaan roda empat.

“Semak belukar yang hampir menutupi badan jalan sudah lama sekali dibiarkan begitu saja, malahan instansi terkait pernah turun kelokasi, namun sejauh ini belum ada tindaklanjut,” kata Mahmud warga desa setempat yang ditemui acehterkini, Rabu (27/1/2016).

Selain di Tangan-Tangan, Damija tak terawat juga terlihat di kawasan jalan lurus Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng. Parahnya, Damija di daerah itu sudah ditumbuhi berbagai macam tumbuhan liar sehingga menyerupai hutan semak belukar yang menjadi pembiakan babi-babi liar serta binatang lainnya seperti ular berbisa dan biawak.

“Ketika melintas dijalan ini, kita sering terkejut, karena ada Ular yang sedang melintas, termasuk juga babi hutan. Kondisi itu bukan hanya di siang hari bahkan malam,” sebut Zulbaili, tokoh masayarakat Desa Sejahtera.

Kondisi serupa juga ada di daerah-daerah lainnya, seperti di jalan Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Manggeng. kemudian Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Desa Mon Mameh, Kecamatan Setia, Sangkalan, Kecamatan Susoh dan sejumlah daerah lainnya dalam wilayah Abdya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya Rachwadi ST dimintai tanggapannya oleh wartawan secara terpisah mengakui belum melakukan perawatan terhadap Damija di bebarapa wilayah dalam beberapa tahun terakhir ini. Masalahnya, terkendala dengan anggaran. “Tidak ada anggaran, makanya perawatan Damija tidak kita kerjakan,”ungkapnya.

Kata Rahwadi, diupayakan pengerjaannya tahun 2016 ini. Pihaknya mengaku sudah memplotkan sejumlah anggaran sumber APBK Abdya 2016 guna pembersihan sejumlah damija berikut tanggul-tanggul pengaman jalan yang telah ambruk.

“Kita akan minta laporan dari setiap kecamatan, terkait Damija itu, nanti akan kita coba upayakan dalam tahun ini,”singkat Rahwadi. (RiZal)

To Top