internasional

Cuaca Dingin di Arab Saudi

ACEHTERKINI.COM | Cuaca dingin ekstrem menyelimuti sebagian besar wilayah Arab Saudi pekan ini. Seperti dilaporkan Saudi Gazette, ada enam wilayah utama seperti Tabuk, perbatasan utara, Al Jouf, Hail, Qassim dan Provinsi timur yang dilanda cuaca dingin.

Enam area ini mengalami temperatur hingga 0 derajat Celcius. Hujan juga terjadi di banyak wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Cuaca ini dinilai jarang terjadi, apalagi di tengah gurun Timur Tengah.

Cuaca Dingin di Arab Saudi

Turunnya suhu dimulai sejak awal tahun baru. Madinah mencatat rekor suhu terendahnya di Arab Saudi bagian barat. Anomali ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa waktu kedepan.

“Cuaca dingin akan berlangsung di semua bagian Kerajaan Saudi, khususnya di bagian utara dan barat,” kata Juru bicara Badan Meteorologi dan Lingkungan, Hussein Al Qahtani.

Suhu rendah ini akan dibarengi dengan angin berkekuatan 50 km per jam, khususnya di Provinsi perbatasan utara, Al-Jouf, Tabuk, Hail, Mekah dan Madinah.

Angin kencang juga diperkirakan bertiup di Riyadh, Qassim dan Provinsi timur termasuk Hafr Al-Batin. Sementara kondisi langit akan sebagian berawan dan kemungkinan hujan lebat di bagian timur dan utara.

Al Qahtani lebih lanjut memperkirakan turunnya salju di bagian utara, khususnya dibagian timur laut, termasuk Turaif, Qurayyat, Arar dan Tabuk. “Perkiraan hujan mengguyur wilayah selatan Kerajaan Saudi,” ujar Al Qahtani.

Selain itu, awan hujan berhalilintar kemungkinan muncul di atas Asir, Jazan dan Baha, bisa jadi meluas hingga wilayah Mekah. Kabut akan terbentuk di wilayah utara, barat hingga selatan selama jam-jam malam dan pagi dini hari.

Direktur Pusat penelitian perubahan cuaca, Mansour Al Mazroue melihat hujan akan terus turun dalam beberapa hari ke depan. Kota selatan Bisha, Samakh dan Khyber Al Janoub telah menerima peringatan hujan lebat sejak Jumat lalu.

Profesor geografi dan meteorologi, Dr Abdullah Al Musnad mengatakan awal Januari adalah bulan terdingin di Kerajaan Saudi. Menurutnya, musim dingin terdingin sebelumnya yang tercatat dalam sejarah adalah pada 2008 dengan suhu merosot hingga -10 derajat Celcius di Hail dan -5 derajat Celcius di Riyadh.

Hal ini dimanfaatkan oleh penduduk dan penjual di jalanan. Mereka menjajakan baju hangat, seperti sweater dan baju musim dingin lainnya di pusat-pusat keramaian demi meraup keuntungan dari anomali cuaca ini.

Meski demikian, banyak juga penduduk yang mengkritik tren baju hangat ini karena kualitasnya yang rendah. Mereka menilai penjual itu mengekspoitasi cuaca ekstrim. [Rol]

To Top