Ekonomi

Abdya Cetak Sawah Baru 1.000 Hektar

ACEHTERKINI.COM | Kementerian Pertanian Republik Indonesia memprogramkan pencetakan sawah baru untuk 23 kabupaten/kota dalam provinsi Aceh seluas 15 ribu hektare (Ha), untuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapat jatah untuk percetakan sawah baru seluas 1.000 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Abdya, Maswadi, Selasa (26/1/2016) mengatakan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Abdya mendapat jatah untuk percetakan sawah baru seluas seribu hektar.

Abdya Cetak Sawah Baru 1.000 Hektar

“Percetakan sawah baru itu merupakan program Kementerian Pertanian RI, kita mendapat jatah untuk mencetak sawah baru seluas 1.000 hektar, dan kemungkinan akan bertambah,” ungkapnya.

Adapun lokasi percetakan sawah baru itu, tersebar dibeberapa wilayah. Untuk Kecamatan Manggeng berada di Desa Panton Makmur seluas 50 hektar, kemudian Kecamatan Kuala Batee berada di Desa Lama Tuha seluas 100 hektar, di Desa Geulanggang Gajah seluas 100 hektar, di Desa Kuala Trubu seluas 150 hektar. Kemudian Kecamatan Jeumpa di Desa Kuta Jeumpa seluas 48 hektar.

Lalu Kecamatan Susoh berada di Desa Padang Baru seluas 25 hektar, Kecamatan Setia berada di Desa Tangan-Tangan Cut seluas 20 hektar, Desa Mon Mameh, Desa Ujung Tanah dan Desa Cinta Makmur masing-masing seluas 5 hektar.

Kemudian Kecamatan Tangan-Tangan, berada di Desa Gunong Cut seluas 7 hektar, Desa Drien Kipah seluas 13 hektar. Kecamatan Lembah Sabil berada di Desa Ujung Tanah seluas 15 hektar, terakhir seluas 341 hektar berada di Kecamatan Babahrot.

“Cetak sawah baru itu merupakan anggaran dari pusat dan diswakelolakan, per hektare dianggarkan sebanyak Rp16 juta, jadi Abdya mendapat jatah 1.000 Ha dengan total anggaran Rp16 miliar,” ungkapnya.

Cetak sawah baru ini, lanjut Maswadi, tidak bermasalah dengan hutan lindung, tidak bermasalah dengan lahan gambut, kemudian tidak boleh cetak sawah dari tahun ke tahun, dan lahan ini murni lahan produktif yang bisa dibuat untuk sawah.

“Setelah menjadi sawah, lahan ini nanti akan diberikan kepada kelompok tani untuk digarap, kemudian kedepannya pemerintah juga akan membantu sarana berupa bibit dan pupuk untuk kelompok tani tersebut,” tuturnya.

Tak hanya itu, maswadi menambahkan, lahan sawah baru yang sudah terciptakan tersebut juga dibekali dengan pengairan. Dimana Distannak sangat konsisten untuk menghadapi persoalan pertanian ini. Buktinya, tahun 2016, Distannak akan menambah luas areal tanam sebanyak 500 hektar. “Jadi total keseluruhan dua masa tanam dalam tahun 2016 menjadi 23.312 hektar,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top