Hukum

2 Napi Lapas Blangpidie Kabur dari Tahanan

ACEHTERKINI.COM | Dua orang narapidana kasus pencurian di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan kabur dari tanahan pada Selasa subuh (26/1/2016) sekitar pukul 03.00 WIB.

2 Napi Lapas Blangpidie Kabur dari Tahanan

Napi yang kabur dari tahanan itu yakni Sabran alias Munte bin Bustami, (26) warga Desa Dorok Nauli, Kecamatan Babul Rahman, Kabupaten Aceh Tenggara. Yang bersangkutan ditahan akibat mencuri dan dihukum selama 3 (tiga) tahun penjara sesuai dengan pasal 363 ayat (1) KUHP, ekspirasi 26 Januari 2018.

2 Napi Lapas Blangpidie Kabur dari Tahanan
Sabran

Kemudian Mukhlis Sardi bin Khairuddin, (23), warga Desa Seuneubok, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Ia ditahan akibat melakukan pencurian dan kekerasan, sehingga dihukum selama 4 (empat) tahun 8 (delapan) bulan penjara sesuai dengan Pasal 365 ayat (2) KUHP, eksperasi 16 Februari 2019.

Kepala Lapas Kelas III Blangpidie, Bakhtiar, yang dihubungi wartawan, membenarkan kaburnya dua Napi di Lapas Kelas III Blangpidie.

Berdasarkan informasi dua Napi tersebut merupakan napi yang ikut membantu petugas lapas/taping (tahanan pendamping) untuk melakukan patroli di sekitar blok kamar napi. Diperkirakan sekitar pukul 03.00 WIB kedua napi (Sabran dan Mukhlis) tidak terlihat melaksanakan tugas seperti biasanya.

Sehingga menimbnlkan kecurigaan para petugas jaga, lalu dua orang petugas jaga lapas lansung melakukan pengecekan di setiap Blok Kamar Napi, namun kedua napi tersebut juga tidak terlihat. Selanjutnya petugas kembali melanjutkan pencarian di sekitar lokasi lapas, sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menemukan tali yang terikat di jendela depan kantor lapas.

2 Napi Lapas Blangpidie Kabur dari Tahanan
Mukhlis

“Petugas menduga kalau tali yang terikat tersebut digunakan Napi untuk melarikan diri, disamping itu kita juga menemukan sandal yang diyakini merupakan milik Napi dimaksud” ungkapnya.

Dikatakan, Bakhtiar, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat, untuk mencari kedua Napi yang kabur tersebut. jika dalam tempo 25 hari belum ditemukan maka pihaknya akan mengeluarkan status terhadap kedua napi itu masuk dalam dafta pencarian orang (DPO).

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian, karena kedua napi tersebut masih berstatus sebagai tanahan di Lapas kita, untuk itu kita berharap pihak kepolisian berhasil menangkap Napi itu kembali,” lanjunya singkat. (by. Rizal)

To Top