Sosial

Wisata Sejarah Sabang Belum Digarap Maksimal

ACEHTERKINI.COM | Wisata sejarah peninggalan Kolonial Belanda di Kota Sabang saat ini belum digarap menjadi objek wisata. Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ir.Fauzi Husein menjelaskan perlu dilakukan pengembangan potensi wisata sejarah di Sabang selain wisata bahari, wisata religi, wisata layar dan wisata olah raga.

“Situs benteng-benteng dan bunker peninggalan Jepang belum digarap. Ini harus di eksploitasi secara maksimal,” kata Fauzi Husein, Kamis (3/12/2015) dalam Rakor Pengembangan Pariwisata Sabang di kanto setempat.

Wisata Sejarah Sabang Belum Digarap Maksimal
Benteng Peninggalan Belanda di Kota Sabang [atjehliteratur.blogspot] 

Sementara itu Fauzi Daud mengatakan tidak mudah mewujudkan Kawasan Wisata sejarah di Sabang.

BPKS, kata Fauzi sudah menggelar berbagai event yang berorientasi pariwisata seperti Lounching Museum Sabang, Sabang Green, dan pada tanggal 12 Desember 2015 mendatang BPKS juga akan kembali menggelar Event Besar bertaraf Internasional yakni Sabang Marine Festival yang rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 120 kapal layar dari seluruh penjuru dunia.

“BPKS memiliki tugas serta tanggung jawab untuk bersama-sama menarik sebanyak mungkin Wisatawan Asing dan wisatawan lokal untuk masuk ke Sabang,” katanya.

Tugas BPKS ini seyogyanya dapat disambut dengan berbagai instansi terkait yang ada di Sabang termasuk di dalamnya kesiapan para pelaku bisnis pariwisata, kuliner, transportasi dan masyarakat Sabang yang welcome.

Dalam Rakor itu muncul wacana terkait Icon Sabang yang tidak hanya sebatas tugu 0 kilo meter saja. Menurut Asisten Ahli Pariwisata, Dirjen Pariwisata Kreatif RI, Cathelya Y.h. Silaen, icon bawah laut dan kota 1001 benteng dapat diwujudkan. [Aal]

To Top