Sosial

Wali Nanggroe Aceh Terbitkan SARAKATA Peradaban Bahasa Daerah

ACEHTERKINI.COM | Wali Nanggroe Aceh, Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar menerbitkan lima poin SARAKATA (Keputusan Raja-red) dalam Kongres Peradaban Aceh 2015 tentang bahasa lokal di Aceh.

Penerbitan SARAKATA Peradaban Bahasa Lokal di Aceh ini disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anis Baswedan dan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah serta para anggota DPR RI di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (9/12/2015).

Wali Nanggroe Aceh Terbitkan SARAKATA Peradaban Bahasa Daerah
Wali Nanggroe Aceh Terbitkan SARAKATA Peradaban Bahasa Lokal di Aceh, 9 Desember 2015 

Lima poin SARAKATA yang diterbitkan itu, pertama, Peradaban adalah percapaian tertinggi karya manusia, karena itu tidak boleh ada diskriminasi apapun dalam ekspresi budaya. Lembaga Wali Nanggroe mendorong dan mengawal pelestarian, penguatan dan pengembangan bahasa-bahasa lokal di Aceh walaupun penuturnya sedikit dan tinggal jauh di pulau terpencil.

Kedua, Lembaga Wali Nanggroe akan mengambil peran signifikan dalam pelaksanaan Kongres Peradaban Aceh berikutnya.

Ketiga, Lembaga Wali Nanggroe mengawal pelaksanaan setiap keputusan yang diambil dalam Kongres Peradaban Aceh 2015 oleh Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Kota serta elemen masyarakat lainnya.

Keempat, meminta semua penyelenggara negara di Aceh memperlakukan semua warga yang ada di Aceh secara adil dan bermartabat serta menghargai ekspresi budaya masyarakat setempat.

Kelima, sangat menghargai inisiatif penggagas yang melahirkan gagasan penyelenggaraan Kongres Peradaban Aceh yang untuk tahun 2015 mengambil tema “Penguatan Bahasa-Bahasa Lokal di Aceh”.

SARAKATA yang terbitkan Wali Nanggroe Aceh ini dibubuhi stempel Cap Sikureung, Lembaga Wali Nanggroe. SARAKATA adalah bahasa Gayo Linge yang dipakai pada masa kerajaan Aceh yang merupakan keputusan penting dari raja. [Firman]

To Top