Pendidikan

Tak Ada Pemenang, 6 Paket Disdik Abdya Gagal Terlaksana

ACEHTERKINI.COM | Enam paket pengadaan yang bernilai miliaran rupiah pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinyatakan gagal terlaksana. Pasalnya, sejumlah perusahaan yang ikut tender dalam paket pengadaan alat penunjang pembelajaran itu, ternyata tidak memenuhi syarat dan ketentuan sebagai perusahaan pemenang.

Tak Ada Pemenang, 6 Paket Disdik Abdya Gagal Terlaksana
Yusnaidi

Kepala Disdik Abdya, Drs Yusnaidi MPd, Rabu (16/12/2015) menjelaskan, ada sejumlah perusahaan yang ikut proses tender, Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh panitia lelang, mulai dari dokumen perusahaan hingga pendukung lainnya, ternyata satu pun tidak memenuhi syarat dan ketentuan sebagai pemenang.

Sehingga, keenam paket proyek pengadaan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015 itu tidak bisa dilaksanakan.

Adapun enam paket gagal terlaksana itu diantaranya, paket pengadaan alat peraga untuk siswa sekolah dasar (SD) bernilai sekitar Rp.2,175 miliar, paket pengadaan alat peraga siswa sekolah menengah pertama (SMP) dengan anggaran sekitar Rp.2,31 miliar, paket alat praktek siswa sekolah menengah atas (SMA) senilai Rp. 2,335 miliar, paket alat laboratorium sekolah menengah kejuruan (SMK) senilai Rp.800 juta, paket alat praktek kejuruan senilai Rp.1,1 miliar dan paket alat praktek siswa SMK dengan anggaran sebesar Rp.2,71 miliar.

Seperti yang diketahui sebelumnya, dalam paket pengadaan ini, ada empat pabrik besar penyedia alat penunjang pembelajaran yang dinyatakan  lengkap dan telah direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI diantaranya, PT. Duta Nusantara (Jakarta), PT. Pudak (Bandung), PT. Nusa Bahana Abadi (Jakarta) dan PT.Azimut (Jakarta).

“Beberapa waktu lalu, kami telah turun lansung kelokasi pabrikan sejumlah perusahaan penyalur alat penunjang belajar itu. Akan tetapi, apa yang harus dikatakan lagi, ternyata banyak calon rekanan yang mengikuti tender masuk dalam kategori tidak memenuhi syarat,”ungkap Yusnaidi diruang kerjanya.

Menurut Yusnaidi, keputusan yang diambil oleh panitia lelang tidak memenangkan salah satu perusahaan meski tidak lengkap merupakan langkah yang benar. Karena, akan sangat beresiko, dan sama saja dengan mengangkangi aturan dan hukum yang berlaku.

Walau sejumlah paket pengadaan itu tidak jadi terlaksana, namun proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, sejumlah sekolah di Abdya masih kekurangan alat penunjang pembelajaran untuk mendukung proses penyampaian ilmu kepada para siswa.

Disamping itu, Yusnaidi optimis, bahwa dalam tahun 2016 mendatang, pihaknya akan berupaya  memunculkan kembali paket pengadaan alat penunjang belajar itu. “Akan kita upayakan kembali dalam tahun 2016, namun kita juga harus menyesuaikannya dengan petunjuk teknis (Juknis) agar tidak menyalahi aturan,”demikian singkatnya. (Rizal)

To Top