Layanan Publik

Tahun Depan, Istilah Raskin Diganti Rastra

ACEHTERKINI.COM | Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemerintah tak akan lagi menggunakan istilah beras untuk keluarga miskin atau raskin. Sebab, nantinya yang akan dibagikan ke warga kurang mampu adalah beras untuk keluarga sejahtera (rastra) dengan kualitas baik.

“Sebetulnya raskin itu bukan sebuah terminologi dalam APBN, tapi ini sebetulnya subsidi pangan antara lain untuk beras. Nanti kita akan sampaikan kepada Menko PMK (Puan Maharani) dan Menko Perekomomian (Darmin Nasution) supaya penyebutannya bisa sama menjadi rastra,” kata Khofifah di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Tahun Depan, Istilah Raskin Diganti Rastra

Menurutnya, pergantian istilah itu bukan berarti tanpa perbedaan. Sebab, beras yang akan dibagi-bagikan pun jenis medium yang berkualitas baik.

“Ada perbaikan kualitas. Sebenarnya pemerintah membeli beras dengan kualitas medium,” katanya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, ciri-ciri beras kualitas medium adalah tidak berbau apek, tidak berkutu, tidak berwarna kuning, tidak bercampur batu kerikil, tak berjamur dan layak konsumsi. Beras itulah yang kini disimpan di gudang-gudang Bulog.

“Ada perbaikan kualitas. Pemerintah sebenarnya membeli beras dengan kualitas medium,” katanya dilansir JPNN, Sabtu.

Tapi, kini dengan perbaikan kualitas raskin pun menjadi rastra. Hanya saja, sasarannya tetap. Yakni 15,5 juta rumah tangga. Mereka berhak membeli beras masing-masing 15 kilogram dengan harga Rp 1.600 per kilogram. [Sad]

To Top