Hukum

Sejak 2011, Perkara Jinayat di Aceh 465 Kasus. Tertinggi di Langsa

ACEHTERKINI.COM | Sejak diberlakukannya Syariat Islam di Provinsi Aceh tahun 2002 lalu, eksekusi cambuk yang pertama kali dilakukan di Bireuen pada tahun 2007. Kepala Mahkamah Syariah Aceh melalui Kepala Bidang Hukum, Abdul Latief mengatakan, sejak 2011 kasus jinayat yang terdiri dari maisir, khamar dan khalwat sudah tercatat sebanyak 465 kali.

Sejak 2011, Perkara Jinayat di Aceh 465 Kasus. Tertinggi di Langsa
Hukuman Cambuk di Aceh

Dijumpai acehterkini, Senin (7/12/2015) pekan lalu Abdul Latief menjelaskan, setiap tahun jumlah kasusnya semakin menurun. Paling banyak terjadi di Kota Langsa 103 kasus yang tercatat di Mahkamah Syariah kota setempat. Peringkat kedua menyusul Kabupaten Aceh Barat 99 kasus jinayat.

“Eksekusi cambuk juga sudah dilakukan lebih kurang 465 kali, kasus yang paling tinggi adalah Maisir atau judi berjumlah 457 kasus di 23 kabupaten kota di Aceh,” kata Abd. Latief.

Menurut Abdul Latief, 465 kasus sejak 2011 itu tidak termasuk data pada Juni-Desember 2015. “Kita belum update data terbaru Juni – Desember 2015. Total keseluruhan jumlah perkara jinayat di Aceh lebih dari 465 kasus sejak 2011-2015,” kata dia.

Kasus-kasus yang tercatat sejak 2011 – 2015 ini diatur dalam Qanun Aceh Nomor 12, 13 dan 14 Tahun 2003 Tentang Khamar, Maisir dan Khalwat.

Kemudian untuk kedepan Pemerintah Aceh sudah memberlakukan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat yang resmi mulai berlaku pada 23 Oktober 2015 atau satu tahun setelah Qanun Aceh tersebut diundangkan. [red]

To Top