Peristiwa

Pukul 23.00 wib, Warnet di Banda Aceh Harus Tutup

ACEHTERKINI.COM | Puluhan personil petugas dari tim gabungan yang terdiri dari Dishubkominfo, Polresta, Polsek Ulee Kareng, Satpol PP & WH dan sejumlah pihak Kecamatan kota Banda Aceh menggelar razia ke sejumlah warung internet (Warnet) dalam kota Banda Aceh, Senin (21/12/2015) malam sekitar pukul 22.00 wib hingga pukul 00.30 wib.

Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Telekomunikasi, Jailani Ssos. Tim tersebut mulai menyusuri sejumlah warnet yang berada di kawasan kota Banda Aceh, diantaranya di kawasan Geuceu Menara, dilanjutkan ke arah Ketapang, lalu kembali bergerak menuju jalan Wedana hingga memasuki wilayah kampus Unmuha dan berakhir di Tepi jalan.

Pukul 22.00 wib, Warnet di Banda Aceh Harus Tutup
Penertiban Game Online dan Warnet di Banda Aceh, 21 Desember 2015 

Dari sejumlah tempat yang disisir, tim masih mendapati adanya sejumlah warnet yang tidak memiliki izin usaha dan tata letak bilik yang tidak sesuai dengan peraturan walikota. Penertiban tersebut sempat menyedot perhatian warga, bahkan warga juga mendukung diadakannya penertiban ini.

“Saya mendukung digelarnya penertiban ini, karena biasanya mereka sudah tengah malam masih ramai dan kondisi agak sedikit ribut,” ujar salah seorang warga yang tinggal di kawasan Unmuha.

Memasuki pukul 23.00 wib, tim kembali mengarahkan pihak pengusaha warnet agar tokonya ditutup. “Penutupan ini dilakukan sesuai dengan peraturan Walikota bahwa jadwal layanan akses internet tidak melebihi pukul 23.00 wib,” ujar jailani.

Menurut jailani, penertiban ini merupakan tindak lanjut dari peraturan walikota tentang pengawasan dan petunjuk operasional kegiatan usaha jasa layanan internet di kota Banda Aceh.

Jailani mengingatkan pengusaha warnet yang tidak memiliki izin untuk segera mengurus perizinan, dan kepada warnet yang biliknya masih tinggi atau tidak sesuai dengan perwal diharapkan dapat menyesuaikan biliknya dengan peraturan yang ada.

“Tidak hanya itu, pengusaha warnet juga harus menggunakan DNS resmi dari Pemerintah, memblokir situs porno/ konten porno atau yang mengandung unsur judi, kekerasan serta situs lainnya yang bersifat merusak moral melalui software yang dipasang pada server atau CPU,” pungkas Jailani malam tadi.

Kita libatkan semua unsur agar semua pihak dapat berperan dan terlibat dalam penertiban ini. Tim yang berjumlah sekitar dua puluhan orang ini akan kembali menertibkan warnet pada malam lainnya.
Bahkan pada malam penertiban tersebut, Kasatpol PP & WH kota Banda Aceh Yusnardi S.STP, M.Si ikut terjun langsung untuk memberikan arahan kepada pemilik usaha warnet dan game online. [Red]

To Top