Lingkungan

Program NAWACITA Presiden di Aceh Hanya “Mimpi”

ACEHTERKINI.COM | Program NAWACITA yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait hutan kemasyarakatan di Provinsi Aceh dianggap hanya sebagai mimpi. Direktur WALHI Aceh, M. Nur secara tegas mengatakan program tersebut adalah mimpi Jokowi sendiri yang tidak diteruskan oleh Pemerintah Aceh.

Dilansir laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, program perhutanan sosial seluas 12,7 juta hektar menggunakan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan.

Program NAWACITA Presiden di Aceh Hanya “Mimpi”
M. Nur, Direktur WALHI Aceh

Target program ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019 dan mendukung NAWACITA 7 yaitu  mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Disamping itu  penyediaan areal kelola masyarakat ini sebagai dukungan nyata KLHK dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan sekitar kawasan hutan, penyelesaian konflik tenurial, dan dapat mendorong pertisipasi aktif masyarakat untuk menjaga dan bertanggung jawab pelestarian kawasan hutan yang dikelolanya.

Presiden RI – Joko Widodo memberikan arahan agar program perhutanan sosial ini dilakukan tepat sasaran yaitu dialokasikan untuk masyarakat yang tinggal di pinggir-pinggir hutan yang kehidupannya tergantung pada sumberdaya hutan dan kelestarian hutan, yang berlahan sempit atau tidak memiliki lahan dan masyarakat miskin.

Program tersebut kata Direktur WALHI Aceh, M. Nur hanya sekedar mimpi. “Program itu tidak didukung oleh pemerintah kabupaten kota di Aceh, padahal program tersebut terbesar ada di Aceh dan Papua,” kata M. Nur ketika menggelar konperensi pers terkait ekspose akhir tahun 2015, Rabu (16/12/2015).

Pemerintah Aceh, kata M. Nur belum sama pemikiran dengan pemerintah pusat. Justru program NAWACITA itu lahir dari inisiatif teman-teman CSO di Aceh.

Menurut M. Nur salah satu yang perlu didorong untuk menjalankan program NAWACITA itu adalah dengan melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) sehingga ruang untuk rakyat bisa dibagi.

“Apa yang diinginkan Jokowi tidak sejalan lurus dengan Pemerintah Aceh karena belum menjadikan agenda NAWACITA sebagai agenda turunan di daerah,” demikian Direktur WALHI Aceh, M. Nur. [Firman]

To Top