Layanan Publik

Petani di Abdya Terancam Jika Jembatan Krueng Suaq Tidak Segera Diperbaiki

ACEHTERKINI.COM | Ratusan hektar sawah petani di Kecamatan Setia dan sebahagian Tangan-Tangan bakal mengalami kekeringan, hal itu disebabkan patahnya saluran dan jembatan krueng (sungai-red) Suaq sepanjang 40 meter lebih yang menghubung antara Desa Rambong dan Desa Lhang Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sekitar Kamis (10/12/2015) malam dihantam banjir.

Satu paket jembatan dan saluran yang dibangun sejak tahun 1992 itu, hancur dihantam derasnya arus air yang disertai dengan lumpur, sampah dan kayu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Suaq.

Petani di Abdya Terancam Jika Jembatan Krueng Suaq Tidak Segera Diperbaiki
Jembatan Krueng Suaq Hancur Diterjang Banjir, Kamis (10/12/2015) 

Kepada wartawan, Camat Setia, Zulkifli, Jumat (11/12/2015) membenarkan kalau jembatan dan saluran itu telah patah dihantam banjir. Selain penghubung antara dua desa, jembatan itu juga penghubung saluran air ke ratusan hektar persawahan milik petani di dua kecamatan yakni Kecamatan Setia dan sebagian Kecamatan Tangan-Tangan.

“Jembatan itu dulunya dibangun satu paket dengan saluran air, tepat di bawah lantai jembatan terdapat saluran air yang berfungsi untuk mengaliri ke ratusan hektar persawahan petani di dua kecamatan,” sebutnya.

Patahnya jembatan itu, dieprkirakan ada 548 hektar sawah petani seperti di Desa Lhang, Cinta Makmur, Tangan-Tangan Cut, Ie Lhob dan sejumlah desa lainnya terancam kekeringan dan tidak dapat mengikuti program tanam serentak musim tanam rendengan yang dicanangkan pada pertengan Desember ini.

Sejauh ini laporan ke pihak terkait serta penanganan secara darurat telah dilakukan bersama dengan ratusan petani di kawasan itu. Namun tetap saja upaya yang telah dilakukan belum maksimal dan gagal mendapatkan pengairan air ke seluruh areal persawahan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Abdya, Maswadi mengaku khawatir dengan patahnya jembatan tersebut. Sebab akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran program tanam serentak kali ini.

“Kita berharap, instansi terkait segera melakukan perbaikan, karena akan sangat banyak dampak buruk yang dirasakan oleh kalangan petani nantinya,” singkatnya.

Terkait dengan hal itu, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Mulyadi ST mengaku telah mengusulkan perbaikan jembatan dimaksud, termasuk dengan saluran. Akan tetapi itu merupakan wewenang dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU, sehingga usulannya harus langsung disampaikan, agar segera ditanggulangi.

Menurutnya, penyebab patahnya jembatan itu lantaran pilar tengah jembatan ambruk karena  derasnya arus. Sehingga dalam waktu sekejap, jembatan dan saluran air ikut patah dan jatuh ke dasar sungai.

“Setelah dihitung, pembangunan jembatan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar, kita berharap itu dapat ditindaklanjuti segera,” harapnya.(Rizal)

To Top