Sosial

Pengamat : Paripurna Khusus DPR Aceh “Aneh”

ACEHTERKINI.COM | Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada mengatakan Sidang Paripurna Khusus DPRA terkait Usulan Pemberhentian Dan Penggantian Pimpinan DPR Aceh (Wakil Ketua) DPR Aceh dari Fraksi Golongan Karya dinilai aneh.

Dalam keterangan tertulisnya, Aryos mengatakan  Paripurna Khusus DPR Aceh yang dilangsungkan Senin (14/12/2015) sangat aneh. Pertama, ini bentuk pembangkangan DPR Aceh terhadap putusan Mendagri yang sudah keluar.

Mendagri sudah tegas menolak pemberhentian Sulaiman Abda dari jabatannya sebagai wakil ketua DPR Aceh. Bukankah hak Mendagri dalam hal pengesahan anggota, termasuk soal pimpinan dewan.

Pengamat : Paripurna Khusus DPR Aceh “Aneh”
Aryos Nivada

Alasan adanya kekeliruan dalam putusan DPR Aceh seperti yang disampaikan Ketua DPR Aceh juga tidak masuk akal. DPR Aceh sudah keliru sejak awal, kelirunya fatal, yaitu menerima usulan dari Golkar Aceh yang belum mendapatkan pengesahan dari Menkumham.

Meski Mahkamah Agung sudah memutuskan soal batalnya SK Menkumham terkait Golkar versi Munas Ancol namun Menkumham belum menerbitkan SK baru untuk Golkar yang sah.

“Harusnya DPR Aceh cermat dan hati-hati dan mestinya bersabar sampai semuanya jelas secara kepastian hukum,” tulis peneliti Jaringan Survey Inisiatif ini.

Kedua, larangan Sulaiman Abda untuk melakukan tugasnya juga salah besar. Sebagai anggota DPR Aceh dan Wakil Ketua yang belum disahkan pemberhentiannya oleh Mendagri maka segala tugas, hak, dan kewajibannya sebagai anggota dewan dan sebagai wakil ketua wajib dijalankan.

Jika tidak dijalankan maka itu pelanggaran sumpah sebagai anggota dewan dan sebagai wakil ketua DPR Aceh.

Paripurna DPR Aceh sudah sangat “telanjang” memperlihatkan arogansinya secara politik dan ingin menabrakkan Sulaiman Abda dengan pelanggaran sumpah pula. “Ini jelas aneh tapi nyata,” tulisnya.

Golkar Aceh juga makin aneh saja. Sama sekali langkah politiknya mengabaikan pertimbangan dukungan rakyat. Yang di reposisi itu adalah kader peraih suara terbanyak di dapil 1 dan pembawa Golkar menjadi pemenang kedua di Aceh.

“Ini sikap blunder dan bunuh diri politik. Dan makin aneh saja karena seluruh kader Golkar tidak ambil peduli dengan nasib partainya,” demikian Aryos Nivada. [Red]

To Top