Lingkungan

Pasca Banjir, Sungai di Abdya Penuh Sampah

ACEHTERKINI.COM | Pasca banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) beberapa waktu lalu, telah menyisakan tumpukan sampah, kayu dan pokok bambu yang melintang di sepanjang badan sungai ditambah lagi endapan sendimen yang mulai menebal, sehingga membuat kelancaran arus air tersendat.

Sejumlah warga Abdya yang berdomisili sepanjang daerah aliran sungai (DAS) mulai waspada dan kuatir jika air tiba-tiba meluap, seperti di kawasan Krueng Baru Kecamatan Lembah Sabil, Krueng Manggeng, Krueng Tangan-Tangan, Krueng Suaq Kecamatan Setia, Krueng Susoh, Krueng Kuala Batee dan Krueng Babahrot.

Pasca Banjir, Sungai di Abdya Penuh Sampah
Ilustrasi 

“Akibat banjir luapan beberapa waktu lalu itu, sampah, kayu dan pokok bambu melintang di sepanjang badan sungai, sehingga aliran air tidak lancar, kalau curah hujan sangat deras, bisa-bisa kembali terjadi banjir luapan,” kata Rasyidin warga Kecamatan Tangan-Tangan, Jum’at (18/12/2015) kepada wartawan dilokasi sungai dimaksud.

Jika tidak segera dilakukan pembersihan dan pengerukan kembali, dikhawatirkan banjir luapan akan melanda ribuan perumahan warga, kondisi itu bukan hanya dirasakan warga Tangan-Tangan saja namun juga warga yang berada di sembilan kecamatan lainnya.

Selain itu prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Abdya dan sejumlah kabupaten/kota yang berada di kawasan Barat-Selatan Aceh akan terus dilanda hujan dengan intensitas tinggi hingga Januari 2016 mendatang.

Dilain hal, Munar warga Kecamatan Lembah Sabil, mengatakan, kalau sungai masih dalam keadaan kotor, akan mengganggu aktivitas ratusan warga seperti mencuci dan lainnya. Karena umumnya warga Abdya yang berdomisili dekat dengan DAS, lebih cenderung memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat Abdya masih banyak yang memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari, mulai dari mencuci hingga untuk dikonsumsi,” katanya singkat.

Terkait hal itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Empi Syafril mengaku kalau pembersihan sungai belum dilakukan dengan optimal. Dari keseluruhan titik sungai induk di Abdya, baru sekitar 80 persen yang telah tuntas dilakukan pembersihan. Sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan sesuai harapan masyarakat.

“Pembersihan sudah kita lakukan sekitar 80 persen, sisanya akan kita lakukan juga di kawasan Krueng Tangan-Tangan dan Krueng Manggeng bagian hilir,”katanya singkat. (Rizal)

To Top