Hukum

Muslim Dicambuk, Non Muslim Pakai Hukum Nasional

ACEHTERKINI.COM | Kepala Bappeda Kota Banda Aceh, Iskandar mengatakan mengenai berlakunya Syariat Islam di Aceh merupakan amanah dari undang-undang.

“Syariat bukan hanya soal cambuk tapi kepada pelanggar tentu akan ada pembinaan terlebih dahulu,” katanya Iskandar saat menggelar pertemuan dengan perwakilan Kedubes Canada, Helene Viau di Lantai III Balai Kota Banda Aceh, Kamis (17/12/2015).

Kata Iskandar, Syariat Islam di Aceh hanya berlaku untuk muslim, sementara non muslim mengikuti aturan hukum nasional.

Syariat Islam di Aceh, Muslim Dicambuk, Non Muslim Pakai Hukum Nasional
T. Iwan Kesuma Bersama Helene Viau dari Canada

Ia menambahkan, sikap toleransi antar umat beragama juga terjaga dengan baik di Banda Aceh sejak dahulu kala. “Dengan umat agama lain tidak ada diskriminasi. Gereja, Vihara, dan Kuil juga ada di Banda Aceh dan hampir tidak ada konflik beragama di Banda Aceh,” jelas Iskandar menguraikan.

Delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) Canada yang berkedudukan di Jakarta menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Helene datang bersama staf bidang politik, Aditya Gana.

Kedatangan mereka disambut oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Ir T Iwan Kesuma bersama Kepala Bappeda Iskandar, Kadisperindagkop Rizal Junaedi, Kepala DKP Mawardi Silvakarta dan Kabag Perekonomian Setdako Banda Aceh Arie Maula Kafka beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Helene Viau mengungkapkan tujuan kedatangannya ke beberapa daerah di Indonesia termasuk Banda Aceh untuk mempelajari keadaan politik, ekonomi dan sosial budaya masyarakatnya.

Sebelumnya Helene juga bertemu Gubernur Aceh, Zaini Abdullah membicarakan seputar pelaksanaan Syariat Islam di Provinsi Aceh. [Red]

To Top