Sosial

Kongres Peradaban Aceh, Wali Nanggroe Terbitkan Sarakata

ACEHTERKINI.COM | Kongres Peradaban Aceh (KPA) yang dimulai pada 9-10 Desember 2015 di Gedung AAC Dayan Dawood digagas untuk menyelamatkan bahasa lokal di Aceh yang terancam punah. Pada kongres ini Wali Nanggroe Aceh, Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar akan menerbitkan Sarakata (Keputusan Raja-red).

Ketua Panitia Kongres Peradaban Aceh, Ahmad Farhan Hamid mengatakan, Wali Nanggroe Aceh sangat senang menyambut ide dan gagasan ini.  Pada pembukaan Kongres Peradaban Aceh, Rabu (9/12/2015), Wali Nanggroe tidak memberikan sambutan tapi menerbitkan Sarakata.

Kongres Peradaban Aceh, Wali Nanggroe Terbitkan Sarakata
Ahmad Farhan Hamid

Lembaga Wali Nanggroe bertanggungjawab memajukan peradaban Aceh. “Ada lima poin Sarakata yang akan disampaikan Wali Nanggroe Aceh,” kata Ahmad Farhan Hamid dalam konperensi pers di Skala and Tea Café Banda Aceh, Selasa (8/12/2015).

Sarakata merupakan bahasa Gayo linge juga dipakai pada masa Kerajaan Aceh. Sarakata merupakan keputusan penting dari raja.

“Selama ada Wali Nanggroe di Aceh, ini Sarakata pertama yang diterbitkan,” ujar Farhan Hamid.

Untuk diketahui Kongres Peradaban Aceh ini dirintis secara sukarelawan oleh sejumlah tokoh-tokoh Aceh dari berbagai profesi baik yang berada di dalam maupun di luar Aceh. Kongres yang pertama ini disepakati membangun peradaban untuk menyelamatkan bahasa lokal di Aceh yang terancam punah.

Capaian yang ingin dihasilkan dalam Kongres Peradaban Aceh 2015 ini adalah untuk melakukan penguatan terhadap bahasa daerah melalui muatan lokal di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. [Firman]

To Top