Sosial

Kalender Aceh 1437H Terinspirasi Dari Konsep Aceh Merdeka

ACEHTERKINI.COM | Institute Peradaban Aceh (IPA) mempersiapkan Kalender Aceh 1437 Hijriah kepada masyarakat Aceh. Ketua Institute Peradaban Aceh, Haekal Afifa mengaku terinspirasi membuat kalender Aceh ini dari bukunya Hasan Tiro “The Price of Freedom”.

“Sejak tahun 2000, saya mencoba menulis konsep kalender Aceh yang utuh, saya tidak menemukan bukti ada kalender Aceh di pustaka kecuali hanya sebuah nama bulan dan nama hari,” ujar Haekal dalam seminar peluncuran Almanak (kalender-red) Aceh 1437H, Senin (7/12/2015) di Gedung Mahkamah Syariah Aceh.

Kalender Aceh 1437H Terinspirasi Dari Konsep Aceh Merdeka
Lounching dan Diskusi Publik Almanak Aceh 1437H, 7 Desember 2015. 

Jika ada warga yang ingin mendapatkan Kalender Aceh ini bisa download di Andorid playstore.

“Kalender Aceh ini adalah ide Hasan Tiro dalam konsep Aceh Merdeka, tapi kita terinspirasi menyusun kembali kalender ini dengan konsep sejarah dan budaya Aceh,” tuturnya seraya menegaskan kalander Aceh ini bukan konsep Aceh Merdeka tapi lebih kepada konsep sejarah dan budaya Aceh.

Menurut Haekal, pada tahun 2014 Kalender Aceh ini baru terealisasi. “Kita hanya sanggup melakukan soft lounching di 2014, kita cetak hanya tujuh eks, kemudian kita buat program lounching di akhir 2014 menerbitkan 200 eksamplar. Alhamdulillah, ide dari Institute Peradaban Aceh ini disambut Lembaga Wali Nanggroe pada tahun 2015,” kata Haekal berterima kasih.

Haekal Afifa mengatakan istilah kliwon, wage, legi, pahing dan pon bukanlah budaya Aceh. “Istilah itu tidak dikenal oleh budaya Aceh, istilah ini tidak perlu dipaksakan bagi kita orang Aceh, semua punya patron masing-masing kita yang berbudaya,” ujar penerjemah buku Hasan Tiro “The Price of Freedom”.

Tambah Haekal, saat ini Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) di Denmark dan Norway masih menggunakan kalender Aceh dengan konsep Aceh Merdeka. “Ini bukan kalender Aceh Merdeka tapi yang kita susun ini adalah kalender sejarah Aceh,” tegas Haekal berulang kali.

Sebelumnya Wali Nanggroe Aceh, Paduka yang Mulia Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan kalender masehi tidak sejalan dengan kebudayaan dan sejarah Aceh.

“Saya memberi apresiasi atas diterbitkannya Kalender Aceh 1437 Hijriah ini oleh Institute Peradaban Aceh,” ujar Wali Nanggroe Aceh.

Malik Mahmud berharap agar Kalender Aceh ini tidak menjadi hiasan dinding tapi mampu memberikan warna baru Aceh kedepan.

Wali Nanggroe mengajak semua pihak untuk mensosialisasikan kalender Aceh ini agar bisa membentengi generasi muda dalam menjaga amanah sejarah, agama dan bangsa kita. [Firman]

To Top