Layanan Publik

Jembatan Gantung Manggeng Nyaris Makan Korban

ACEHTERKINI.COM | Jembatan gantung yang menghubung antara Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Kecamatan Manggeng dengan Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kian memprihatinkan dan mulai mengancam keselamatan nyawa warga setempat.

Pasalnya, papan yang digunakan sebagai lantai jembatan gantung dengan panjang lebih kurang 70 meter itu, sudah mulai keropos karena termakan usia.

Jembatan Gantung Manggeng Nyaris Makan Korban

Budi warga Desa Padang, Kecamatan Manggeng kepada wartawan, Selasa (8/12/2015), mengatakan, jembatan gantung yang dibangun tahun 90-an itu, lantainya sudah mulai rusak, sehingga banyak warga yang melintas harus berhati-hati, kalau tidak, nyawa menjadi taruhannya.

Mengapa tidak, baru-baru ini saja sepasang suami-istri terporosok saat melintasi jembatan itu, karena papan lantai jembatan sudah lapuk termakan usia. “Beruntung banyak warga yang melihat, akhirnya mereka berdua dapat tertolong,” tutur Budi.

Budi yang juga selaku Ketua Pemuda Desa Padang, sangat berharap agar pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan gantung itu. karena, bukan hanya warga setempat saja yang melintasi jembatan itu, bahkan hampir mayoritas warga Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil memiliki kebun diwilayah tersebut.

“Kita sangat berharap jembatan itu segara direhap, kalau perlu dibangun jembatan plat agar warga aman dari musibah,’ demikian ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Zawin, mengaku kalau jembatan itu sudah diusulkan beberapa kali dalam setiap musyawarah tingkat desa, kecamatan bahkan ke tingkat kabupaten, akan tetapi realisasi perbaikan terhadap jembatan gantung itu belum juga nampak, kondisnya masih tetap sama.

“Dalam rencana pembangunan jangka menengah gampong (RPJMG) juga sudah tertera untuk perbaikan jembatan itu, akan tetapi upaya itu sepertinya sia-sia, malah justru belum membuahkan hasil,” jelasnya.

Untuk itu, Zawin meminta agar jembatan itu bisa direhap atau dibangun yang baru, sebab manfaatnya sangat dirasakan oleh sekitar 50 kepala keluarga (KK) lebih yang tinggal di dusun tersebut.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya Rahman Fajri, mengatakan, pihaknya sudah mencoba mengusulkan agar lantai jembatan gantung diganti dengan plat, agar usianya bisa tahan lama bila dibandingkan dengan kayu (papan).

“Usulan itu bukan hanya jembatan gantung Lhok Batee Intan saja, namun juga hampir semua jembatan gantung yang ada di Abdya,” katanya.

Disamping itu, lanjut Fajri, pihaknya juga sudah menerima laporan kalau jembatan gantung di Dusun Lhok Batee Intan itu sudah pernah diusulkan oleh Wakil Bupati Abdya Erwanto ke Provinsi agar pembangunannya menggunakan rangka baja.

“Bagaimana tindak lanjutnya belum ada kejelasan hingga saat ini. Jika jembatan itu dibangun menggunakan rangka baja, pasti akan menghabiskan anggaran dana berkisar antara Rp 7 sampai Rp 8 miliar,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya juga minta supaya kepala desa yang bersangkutan membuat laporan ke dinas PU. “Mungkin nanti bisa kita coba tanggulangi sementara dulu,” kata Fajri singkat. (Rizal)

To Top